Thursday, March 26, 2009
"
Disgusting SSTI (Suami Suami Takut Istri)
"
Kalian pasti gk asing dengan sitkom yang satu ini, yang diputer sesaat
saja sebelum adzan maghrib di salah satu stasiun tivi swasta itu lho..
Sitkom ini sangat populer, sampe2 orang tuaku berbuka puasa senin-kamis
sambil menonton sitkom ini. Oke, orang tuaku yang berbuka puasa
senin-kamis dengan tontonan ini memang bukan indikasi bahwa sitkom ini
populer, indikasi yang lebih jelas mungkin bisa dilihat dari
pemain-pemainnya yang laku main iklan, menjadi presenter acara lain,
menjadi bintang tamu talkshow, tidak ada tanda-tanda film ini akan
dipersingkat episode tayangnya, bahkan filmya diangkat ke layar lebar.
Di awal-awal, aku sempet ikut2an tertarik nonton, dan beberapa kali
ikut tertawa dengan humor-humornya.
Tapi semakin ke sini, sitkom ini terasa makin menjijikkan.
Menjijikkan is such a strong word, i know.
Kenapa bisa begitu?
Pertama, salahkan faktor hormon ibu hamil. **Yaay, blame the hormone**
Kemunculan musik pembukanya yang tiba-tiba gonjreng-gonjreng di awal maghrib, plus semua pemerannya yang gk tau kenapa kalo ngomong pasti sambil teriak, bikin kupingku sangat terganggu. Berisik. Keberisikan itu meningkatkan stress, sementara stress is no good for pregnant woman, eh.. Jadi aku memastikan bahwa jam 18.00 teng, tiviku mati atau minimal tiviku tidak sedang berada di channel stasiun tivi itu.
Kedua, ini alasan seriusnya kenapa sitkom ini bagiku sangat menjijikkan. Tontonan ini sangat tidak menunjukkan hormat.
Tidak ada hormat antara suami kepada istri, ataupun sebaliknya, istri kepada suami. Suami bisa seenaknya jelalatan dan menggoda perempuan lain, sementara istri bisa seenaknya menghukum suami mereka semena-mena.
Lebih luas lagi, tidak ada hormat antara warga RT, tokoh bu RT digambarkan amat galak kepada warga, sehingga warga selalu menurut dengan kedigdayaan bu RT. Ada lagi seorang warga bersuku padang yang digambarkan sangat pelit, sehingga selalu hitung2an untuk melayani tamu atau tetangganya. Warga yang lain juga tidak merasa bersalah ‘ngerjain’ warga lainnya, bahkan mentertawakan warga lain jika mendapat kesialan.
Tokoh anak-anak pun digambarkan manja dan kurang hormat dengan orang tuanya. Anak pak RT dan anak pak karyo bisa saja memeras orang tuanya sewaktu-waktu untuk memenangkan kepentingan salah satu orang tuanya. Misalnya, Pak RT membayar anaknya supaya menutupi kelakuannya menggoda perempuan lain, dan bu RT bisa membayar anaknya lebih supaya si anak mau buka mulut.
Ah, benar-benar gambaran keluarga yang menjijikkan. Tidak ada hormat, dan tidak ada yang mengajarkan cara menghormati anggota keluarga satu sama lain.
Ketiga, psikologis film ini kacau.
Yah, mungkin aku masih saja terlalu berharap banyak bahwa tontonan indonesia bisa lebih cerdas dikit. Masih saja tidak masuk akal bagiku ada suami-suami yang berpuluh ratus ribu kali dihukum istrinya supaya gk jelalatan dan menggoda cewe lain, masiiihhhhh aja pede dan terang2an menggoda cewe lain, bahkan berniat poligami. Di banyak sekali episode, pemeran suami-suami di sitkom ini kalo ngeliat perempuan kayak ngeliat keajaiban dunia ke-8. Melotot, ngiler, dan menyimak senti demi senti tubuh perempuan-perempuan yang notabene punya tubuh yang bagus. Mikir deh, kalo aku lagi di sebuah perumahan, dimana laki-laki di situ punya kelakuan seperti itu terhadap aku, pasti minimal aku tampar. Pelecehan sih.
Keempat, sudah jelas sekali keluarga Indonesia gk bisa mengambil contoh tentang keluarga yang sakinah mawaddah warohmah dari tayangan ini. Bahkan seblangsak2nya sinetron Indonesia, say misalnya Muslimah, Cinta Fitri, Rafika, Sekar, Cinta Bunga, Melati untuk Marvell, Mawar untuk Maria, Cinta Mawar, Cinta Melati, dan Cinta Kamboja (4 judul terakhir adalah judul fiktif), selalu ada minimal tokoh yang welas-asih-baik-budi-lugu-polos-tiadacela dan dicintai secara tulus hati oleh pria yang juga baik hati dan tidak sombong. Sementara SSTI?
Hmm... apa coba yah nilai baik dari SSTI ini?
Tapi semakin ke sini, sitkom ini terasa makin menjijikkan.
Menjijikkan is such a strong word, i know.
Kenapa bisa begitu?
Pertama, salahkan faktor hormon ibu hamil. **Yaay, blame the hormone**
Kemunculan musik pembukanya yang tiba-tiba gonjreng-gonjreng di awal maghrib, plus semua pemerannya yang gk tau kenapa kalo ngomong pasti sambil teriak, bikin kupingku sangat terganggu. Berisik. Keberisikan itu meningkatkan stress, sementara stress is no good for pregnant woman, eh.. Jadi aku memastikan bahwa jam 18.00 teng, tiviku mati atau minimal tiviku tidak sedang berada di channel stasiun tivi itu.
Kedua, ini alasan seriusnya kenapa sitkom ini bagiku sangat menjijikkan. Tontonan ini sangat tidak menunjukkan hormat.
Tidak ada hormat antara suami kepada istri, ataupun sebaliknya, istri kepada suami. Suami bisa seenaknya jelalatan dan menggoda perempuan lain, sementara istri bisa seenaknya menghukum suami mereka semena-mena.
Lebih luas lagi, tidak ada hormat antara warga RT, tokoh bu RT digambarkan amat galak kepada warga, sehingga warga selalu menurut dengan kedigdayaan bu RT. Ada lagi seorang warga bersuku padang yang digambarkan sangat pelit, sehingga selalu hitung2an untuk melayani tamu atau tetangganya. Warga yang lain juga tidak merasa bersalah ‘ngerjain’ warga lainnya, bahkan mentertawakan warga lain jika mendapat kesialan.
Tokoh anak-anak pun digambarkan manja dan kurang hormat dengan orang tuanya. Anak pak RT dan anak pak karyo bisa saja memeras orang tuanya sewaktu-waktu untuk memenangkan kepentingan salah satu orang tuanya. Misalnya, Pak RT membayar anaknya supaya menutupi kelakuannya menggoda perempuan lain, dan bu RT bisa membayar anaknya lebih supaya si anak mau buka mulut.
Ah, benar-benar gambaran keluarga yang menjijikkan. Tidak ada hormat, dan tidak ada yang mengajarkan cara menghormati anggota keluarga satu sama lain.
Ketiga, psikologis film ini kacau.
Yah, mungkin aku masih saja terlalu berharap banyak bahwa tontonan indonesia bisa lebih cerdas dikit. Masih saja tidak masuk akal bagiku ada suami-suami yang berpuluh ratus ribu kali dihukum istrinya supaya gk jelalatan dan menggoda cewe lain, masiiihhhhh aja pede dan terang2an menggoda cewe lain, bahkan berniat poligami. Di banyak sekali episode, pemeran suami-suami di sitkom ini kalo ngeliat perempuan kayak ngeliat keajaiban dunia ke-8. Melotot, ngiler, dan menyimak senti demi senti tubuh perempuan-perempuan yang notabene punya tubuh yang bagus. Mikir deh, kalo aku lagi di sebuah perumahan, dimana laki-laki di situ punya kelakuan seperti itu terhadap aku, pasti minimal aku tampar. Pelecehan sih.
Keempat, sudah jelas sekali keluarga Indonesia gk bisa mengambil contoh tentang keluarga yang sakinah mawaddah warohmah dari tayangan ini. Bahkan seblangsak2nya sinetron Indonesia, say misalnya Muslimah, Cinta Fitri, Rafika, Sekar, Cinta Bunga, Melati untuk Marvell, Mawar untuk Maria, Cinta Mawar, Cinta Melati, dan Cinta Kamboja (4 judul terakhir adalah judul fiktif), selalu ada minimal tokoh yang welas-asih-baik-budi-lugu-polos-tiadacela dan dicintai secara tulus hati oleh pria yang juga baik hati dan tidak sombong. Sementara SSTI?
Hmm... apa coba yah nilai baik dari SSTI ini?
"
Menjadi 25 di tanggal 25
"
Milad kali ini mungkin milad paling ‘tidak hura2’ di antara seluruh
milad yang pernah aku alami. Aku sendiri sebenernya bukan model orang
yang pesta-pesta kalo milad, yah paling makan-makan bareng keluarga aja
gitu deh. Tapi maksudnya gk hura2 tuh hidup prihatin!! Semakin ke sini
kayaknya harus makin meningkatkan rasa ‘prihatin’ ama hidup.
Keprihatinan ini bermula kira-kira 2 tahun yang lalu, milad pas jobless
dan abis ketipu orang. I feel birthday totally gak penting banget buat
diinget2. Cuma lucu aja abis itu bapak bikin surprais ngebeliin kue
tart, trying to cheer me up.
Trus taon kemaren, ulang taun relatif gk kepikir secara lagi di batam dan jauh dari keluarga, lagipula saat itu lagi nyiapin pernikahan dan semua orang tampak stress dengan persiapan itu. Tapi rasa sunyi sepi sendiri taun kemaren mah lumayan terobati dengan afry dan erni **Owh i missed them so**.
Tahun ini, nginget2 bahwa saat ini:
1. Bayi belum lahir
2. Pengumuman S2 belum keluar
3. Pemilu belum ada hasilnya (hehe, so??)
Maka, sejujurnya aku ngerasa bersalah aja klo mo ‘seneng2’. Kayaknya ngerasa bersalah aja gtu mo ‘ngerayain’ sesuatu di tengah ketidakpastian takdir. Bukan berarti aku ngarep terjadi takdir yg gak enak ya, dan walaupun bersyukur itu gk harus nunggu momen2 tertentu alias bisa kapan aja, tapi aku berharap bisa bersyukur lebih daleeummbb ketika things happen as i expect.
Lagian, my very special person in heart (baca:suamiku) adalah orang yang bahkan tidak
tahu apa itu ulang tahun.
Dialogku dengan dia kira2 begini:
Masnya: Dd’ nuri mo ulang tahun ya
Nuri : Iya
Masnya : Oh ya udah, biarin aja...
Dudududududu....
End of discussion.
So, aku bener2 gk berharap ada bunga mawar, candle light dinner, atau bahkan KADO!!
Unless.. klo dia punya intensi mulia untuk menghidupkan gelora cinta di hati suami-istri dengan mempersembahkan sweet romantic things, jadi bukan masalah ulang taunnya gitu.. **huhuhuhu. Mana mungkiiiinnn?????**
But anyway, ini ulang tahun pertama setelah 11 bulan menggeluti peran baru jadi istri. Perubahan demi perubahan episode hidup terjadi:
1. resign kerja (ampe 2x)
2. nikah
3. hamil
4. living out from cimone (with a man yang tadinya nobody, heheh..)
puas dan gk puas dalam ngejalanin peran baru ini pasti ada. Dan khususnya peran baru ini yang jadi bahan kontemplasi cukup dalam tahun ini. Mengingat2 kejadian apa aja yang jadi bahan koreksi, karakter+sifat+kebiasaan apa aja yg musti diperbaiki, kebiasaan apa aja yang harus diterima penuh hati untuk jadi kebiasaan baru, menghitung kembali air mata yang pernah tumpah dan berharap air mata-air mata serupa tidak perlu terulang di tahun yang akan mendatang, perjuangan apa yang belum dioptimalkan, ibadah2 yang menurun dan harus ditingkatkan lagi, lebih adaptif lagi dengan suami plus keseluruhan paket dirinya, dan mengeset diri untuk lebih siap menghadapi peran2 baru (jadi ibu dan jadi mahasiswa S2, jieehh..).
So, wish me luck, all!!
Trus taon kemaren, ulang taun relatif gk kepikir secara lagi di batam dan jauh dari keluarga, lagipula saat itu lagi nyiapin pernikahan dan semua orang tampak stress dengan persiapan itu. Tapi rasa sunyi sepi sendiri taun kemaren mah lumayan terobati dengan afry dan erni **Owh i missed them so**.
Tahun ini, nginget2 bahwa saat ini:
1. Bayi belum lahir
2. Pengumuman S2 belum keluar
3. Pemilu belum ada hasilnya (hehe, so??)
Maka, sejujurnya aku ngerasa bersalah aja klo mo ‘seneng2’. Kayaknya ngerasa bersalah aja gtu mo ‘ngerayain’ sesuatu di tengah ketidakpastian takdir. Bukan berarti aku ngarep terjadi takdir yg gak enak ya, dan walaupun bersyukur itu gk harus nunggu momen2 tertentu alias bisa kapan aja, tapi aku berharap bisa bersyukur lebih daleeummbb ketika things happen as i expect.
Lagian, my very special person in heart (baca:suamiku) adalah orang yang bahkan tidak
tahu apa itu ulang tahun.
Dialogku dengan dia kira2 begini:
Masnya: Dd’ nuri mo ulang tahun ya
Nuri : Iya
Masnya : Oh ya udah, biarin aja...
Dudududududu....
End of discussion.
So, aku bener2 gk berharap ada bunga mawar, candle light dinner, atau bahkan KADO!!
Unless.. klo dia punya intensi mulia untuk menghidupkan gelora cinta di hati suami-istri dengan mempersembahkan sweet romantic things, jadi bukan masalah ulang taunnya gitu.. **huhuhuhu. Mana mungkiiiinnn?????**
But anyway, ini ulang tahun pertama setelah 11 bulan menggeluti peran baru jadi istri. Perubahan demi perubahan episode hidup terjadi:
1. resign kerja (ampe 2x)
2. nikah
3. hamil
4. living out from cimone (with a man yang tadinya nobody, heheh..)
puas dan gk puas dalam ngejalanin peran baru ini pasti ada. Dan khususnya peran baru ini yang jadi bahan kontemplasi cukup dalam tahun ini. Mengingat2 kejadian apa aja yang jadi bahan koreksi, karakter+sifat+kebiasaan apa aja yg musti diperbaiki, kebiasaan apa aja yang harus diterima penuh hati untuk jadi kebiasaan baru, menghitung kembali air mata yang pernah tumpah dan berharap air mata-air mata serupa tidak perlu terulang di tahun yang akan mendatang, perjuangan apa yang belum dioptimalkan, ibadah2 yang menurun dan harus ditingkatkan lagi, lebih adaptif lagi dengan suami plus keseluruhan paket dirinya, dan mengeset diri untuk lebih siap menghadapi peran2 baru (jadi ibu dan jadi mahasiswa S2, jieehh..).
So, wish me luck, all!!
Saturday, March 14, 2009
"
Harapan itu (baca: harapanku_red) masih ada!!
"
Semenjak resign dari kantru lama di akhir des 08, udah diniatin kalo mo ngambil profesi di tahun 2009. Mumpung baby-nya baru bakal lahir Mei, mumpung yang mbiayain masih lega (hati dan dananya :D), mumpung usiaku (masih lah) terhitung muda, mumpung belum digelendotin banyak buntut.. dan mumpung2 yng lain lah.. maka bismillah ndaftar begitu ada pembukaan pendaftaran.
Baru daptar doang nih, biayanya udah 750 ribu. Bisa buat beli medela mini electric breast pump.. **naon deui**. Ujian pertamanya menghadapi TPA dan bahasa inggris, pastinya ni tes buat ngukur kemampuan otak kita sanggup apa nggak buat ngikutin S2 nanti. Akhirnya coba cari info sana-sini, mulai dari info layak percaya, sampe info gosip tentang TPA. Kalo kata info gosip, TPA mah cuma formalitas doang buat anak yang S1-nya UI, mosok gk dilulusin, keterlaluan si UI kalo anaknya sendiri gk dilulusin. Kata si pemberi info gosip, TPA doang mah.. gampaaaang. Pas aku tanya dia, "emang situ udah pernah ngikut TPA-nya". Kata dia, "Belum".. idih, sotoy. Soalnya kalo menilik dari info yang layak percaya, dari orang2 yang udah ngikutin TPA-nya, banyak yang bilang derajat kesulitannya lebih2 banget dari TPA biasa. Nyoba cari bocoran soal di internet, gk nemu.. Nyoba wawancara ama orang2 yg udah pernah ngikut TPAnya, cuma dapet gambaran umum tentang tipe soal2nya. Ah ya wis, aku latihan dari soal-soal TPA yang beredar umum aja, mulai dari TPA CPNS, TPA STAN, pokoknya mah TPA. Sebenernya sih emang, namanya TPA modelnya paling gitu2 aja, tapi kayak apa yang derajat kesulitannya berkali lipat? Apa orang2 pada lebay aja? Tauk ah, pokona mah do the best yow.
Tgl 1 Maret, hari ujian itu akhirnya tiba. **Hore!! lho kok hore??**
Di lokasi ujian, walaah.. banyak sekali yah pesertanya. Mudah2an saingan gw masuk profesi PIO dikit.. hihi. Di arena pertarungan TPA, daku lumayan jadi tontonan juga.. ngkali mereka terharu, mungkin juga kasian, mungkin juga heran.. ada orang hamil gede PEDE ngikut ujian. Udah mana bangkunya paling atas lagi, musti naek-turun deh.
Dibagikanlah soal TPA,
Kesan pertama, masih gancil.
Masuk ke bab II, soal matematika.. 5 soal pertama, mulussssss...
Soal-soal berikutnya.. hingga soal-soal terakhir, hiyeekkss, musti meningkatkan daya pikir sampe 2 kali lipat. Alhamdulillaah keitung sukses. Walau si dedek dalam perut udah meronta2 minta makan, minta selonjoran, minta minum, minta pipis, huwaaah.. Akhirnya datang juga waktu istirahat sebelum masuk ke tes bahasa inggris, total waktu istirahat CUMA 10 menit. Berarti harus udah ke kantin beli minum, udah pipis (mana ngantrinya panjang bok).. Pas masuk ruang ujian lagi, pengawasnya udah bagi2in lembar jawaban.. akhirnya ngisi data sambil nyuri2 cemil2 biskuit. Aku sih relatif nyantai pas mo ngadepin ujian bahasa inggris, halaah bahasa inggris ini. Biasa, sombong.
Ternyata..TUHAN memang maha pemberi pelajaran bagi orang2 sombong.
Soal bahasa inggris itu, adalah soal bahasa inggris TERSUSAH yang pernah aku kerjakan seumur hidup. Memiliki derajat kesulitan berkali lipat dibanding soal inggris manapun, even soal UMPTN, even soal TOEFL. Dedek dalem perut mulai gelisah, gabrug2 gak jelas dia. Sementara bundanya berusaha mengatur pola emosi dan konsentrasi sekaligus.
Akhirnya hingga waktu selesai, masih ada kira-kira 20 soal yang belum diisi. Parah banget, gk pernah aku dipermalukan soal bahasa inggris dengan cara seperti ini seumur hidupku.. hiks hiks..
Kelar ujian, was wes wos terjadi di antara peserta ujian, "soalnya susah banget ya..", sebagian masih pasrah tergeletak di kursinya memijat kening, sebagian keluar ruangan dengan tampang nanar..
Yah, pasrah aja deh, mo gimana lagee.. sayang aja duit 750 ribu mpe klo gk lulus.. huhu. Klo gk lulus, nyoba lagi gk ya?? keluar 750 ribu lagi, perut makin buncit pulak.. apa kerja lagi? kalo kerja lagi kasian si dedek.. puyeng.
Pengumuman keluar tgl 14 maret.
Udah dari 13 maret siang, nyoba ngilik2 panitianya, sapa tau hasilnya udah keluar.. jawabnya "belum mbak".. hehe, "yah siapa tau udah gitu.. ". **kabur**
Sebenernya bisa aja ngecek hasilnya tgl 14 maret pagi/siang/sore. Tapi penasaran apa iya hasilnya bener2 bisa dicek jam 00:00? Real time gituh? gk ada delay, gk ada error?
Uji pertama, ngecek tgl 13 jam 23.45.. hmm, hasilnya belum keluar. Udah yakin nih, pasti error, biasaa.. sistim sok online sih dia.
Pas uji kedua, ngecek tgl 14 jam 00.05. Hasilnya sudah keluar. Waaahh.. hebat, berarti whoever orang IT-nya udah lebih jago dari yang sebelum2nya.. hehehehehe. Hasilnya:
Alhamdulillaah.. tahap I berhasil dilalui. Paling nggak udah 50% menuju puncak, harapan masih ada. Si mamas udah tidur dibangunin. " Mas.. mas, bangun.. bangun.. nih baca.."
Dia baca, masabodo, tidur lagi. SUAMI KEJAM. Dia yang kejam apa gue yang kejam yah? masak orang udah pules tidur dibangunin.. hihi.
Abis ini ujian kepribadian, FGD, ujian psikologi, and wawancara. Wahah.. masih banyak ya? Yah paling nggak, klo mpe gk lulus, berarti bukan gk lulus karena ketidakmampuan otak. Tapi karena aku lemah mental.. hehe, bahasanya. Soalnya banyak juga temen2 yg gak lulus di fase ini. Bisa karena dianggap minatnya gk cocok, bisa karena dianggap punya trouble finansial, bisa aja karena dianggap mo punya anak dan keliatannya gk meyakinkan bisa ngejalanin kuliah sambil ngurus baby.. yah karena stuffs like that lah. Mudah2an semua berjalan baik. Prediksi baby lahir Mei, mulai kul (klo keterima) September. Tampaknya segala sesuatu bisa dikondisikan.
Ayo bunda, kamu bisa!! ^_^
Baru daptar doang nih, biayanya udah 750 ribu. Bisa buat beli medela mini electric breast pump.. **naon deui**. Ujian pertamanya menghadapi TPA dan bahasa inggris, pastinya ni tes buat ngukur kemampuan otak kita sanggup apa nggak buat ngikutin S2 nanti. Akhirnya coba cari info sana-sini, mulai dari info layak percaya, sampe info gosip tentang TPA. Kalo kata info gosip, TPA mah cuma formalitas doang buat anak yang S1-nya UI, mosok gk dilulusin, keterlaluan si UI kalo anaknya sendiri gk dilulusin. Kata si pemberi info gosip, TPA doang mah.. gampaaaang. Pas aku tanya dia, "emang situ udah pernah ngikut TPA-nya". Kata dia, "Belum".. idih, sotoy. Soalnya kalo menilik dari info yang layak percaya, dari orang2 yang udah ngikutin TPA-nya, banyak yang bilang derajat kesulitannya lebih2 banget dari TPA biasa. Nyoba cari bocoran soal di internet, gk nemu.. Nyoba wawancara ama orang2 yg udah pernah ngikut TPAnya, cuma dapet gambaran umum tentang tipe soal2nya. Ah ya wis, aku latihan dari soal-soal TPA yang beredar umum aja, mulai dari TPA CPNS, TPA STAN, pokoknya mah TPA. Sebenernya sih emang, namanya TPA modelnya paling gitu2 aja, tapi kayak apa yang derajat kesulitannya berkali lipat? Apa orang2 pada lebay aja? Tauk ah, pokona mah do the best yow.
Tgl 1 Maret, hari ujian itu akhirnya tiba. **Hore!! lho kok hore??**
Di lokasi ujian, walaah.. banyak sekali yah pesertanya. Mudah2an saingan gw masuk profesi PIO dikit.. hihi. Di arena pertarungan TPA, daku lumayan jadi tontonan juga.. ngkali mereka terharu, mungkin juga kasian, mungkin juga heran.. ada orang hamil gede PEDE ngikut ujian. Udah mana bangkunya paling atas lagi, musti naek-turun deh.
Dibagikanlah soal TPA,
Kesan pertama, masih gancil.
Masuk ke bab II, soal matematika.. 5 soal pertama, mulussssss...
Soal-soal berikutnya.. hingga soal-soal terakhir, hiyeekkss, musti meningkatkan daya pikir sampe 2 kali lipat. Alhamdulillaah keitung sukses. Walau si dedek dalam perut udah meronta2 minta makan, minta selonjoran, minta minum, minta pipis, huwaaah.. Akhirnya datang juga waktu istirahat sebelum masuk ke tes bahasa inggris, total waktu istirahat CUMA 10 menit. Berarti harus udah ke kantin beli minum, udah pipis (mana ngantrinya panjang bok).. Pas masuk ruang ujian lagi, pengawasnya udah bagi2in lembar jawaban.. akhirnya ngisi data sambil nyuri2 cemil2 biskuit. Aku sih relatif nyantai pas mo ngadepin ujian bahasa inggris, halaah bahasa inggris ini. Biasa, sombong.
Ternyata..TUHAN memang maha pemberi pelajaran bagi orang2 sombong.
Soal bahasa inggris itu, adalah soal bahasa inggris TERSUSAH yang pernah aku kerjakan seumur hidup. Memiliki derajat kesulitan berkali lipat dibanding soal inggris manapun, even soal UMPTN, even soal TOEFL. Dedek dalem perut mulai gelisah, gabrug2 gak jelas dia. Sementara bundanya berusaha mengatur pola emosi dan konsentrasi sekaligus.
Akhirnya hingga waktu selesai, masih ada kira-kira 20 soal yang belum diisi. Parah banget, gk pernah aku dipermalukan soal bahasa inggris dengan cara seperti ini seumur hidupku.. hiks hiks..
Kelar ujian, was wes wos terjadi di antara peserta ujian, "soalnya susah banget ya..", sebagian masih pasrah tergeletak di kursinya memijat kening, sebagian keluar ruangan dengan tampang nanar..
Yah, pasrah aja deh, mo gimana lagee.. sayang aja duit 750 ribu mpe klo gk lulus.. huhu. Klo gk lulus, nyoba lagi gk ya?? keluar 750 ribu lagi, perut makin buncit pulak.. apa kerja lagi? kalo kerja lagi kasian si dedek.. puyeng.
Pengumuman keluar tgl 14 maret.
Udah dari 13 maret siang, nyoba ngilik2 panitianya, sapa tau hasilnya udah keluar.. jawabnya "belum mbak".. hehe, "yah siapa tau udah gitu.. ". **kabur**
Sebenernya bisa aja ngecek hasilnya tgl 14 maret pagi/siang/sore. Tapi penasaran apa iya hasilnya bener2 bisa dicek jam 00:00? Real time gituh? gk ada delay, gk ada error?
Uji pertama, ngecek tgl 13 jam 23.45.. hmm, hasilnya belum keluar. Udah yakin nih, pasti error, biasaa.. sistim sok online sih dia.
Pas uji kedua, ngecek tgl 14 jam 00.05. Hasilnya sudah keluar. Waaahh.. hebat, berarti whoever orang IT-nya udah lebih jago dari yang sebelum2nya.. hehehehehe. Hasilnya:
Alhamdulillaah.. tahap I berhasil dilalui. Paling nggak udah 50% menuju puncak, harapan masih ada. Si mamas udah tidur dibangunin. " Mas.. mas, bangun.. bangun.. nih baca.."
Dia baca, masabodo, tidur lagi. SUAMI KEJAM. Dia yang kejam apa gue yang kejam yah? masak orang udah pules tidur dibangunin.. hihi.
Abis ini ujian kepribadian, FGD, ujian psikologi, and wawancara. Wahah.. masih banyak ya? Yah paling nggak, klo mpe gk lulus, berarti bukan gk lulus karena ketidakmampuan otak. Tapi karena aku lemah mental.. hehe, bahasanya. Soalnya banyak juga temen2 yg gak lulus di fase ini. Bisa karena dianggap minatnya gk cocok, bisa karena dianggap punya trouble finansial, bisa aja karena dianggap mo punya anak dan keliatannya gk meyakinkan bisa ngejalanin kuliah sambil ngurus baby.. yah karena stuffs like that lah. Mudah2an semua berjalan baik. Prediksi baby lahir Mei, mulai kul (klo keterima) September. Tampaknya segala sesuatu bisa dikondisikan.
Ayo bunda, kamu bisa!! ^_^
Tuesday, March 10, 2009
"
Mommy loves discount, dek
"
Huuhhh.. gara2 penjajahan ekonomi, uang kertas, dollar amerika, dan
apapun itu.. mo ngapa2in mahal. Untung gw udah nikah. Kalo mo nikah
hari gini, pusing juga ya, harga emas n harga lain2 naik. Jadi prihatin
juga ama temen2 yang mo nikah, beli cincin emas, persiapan resepsi,
seserahan, macem2.. ck ck ck. Bikin nikah makin sulit aja.
Tapi walaupun aku terlepas dari ancaman 'biaya nikah', aku (kayaknya bakal) kena harga-harga persiapan melahirkan dan having baby deh. Alhamdulillaah sih, walopun sampe persalinan itungannya udah ke-cover asuransi, tapi beli beli perlap baby setelah itu yang bikin hati gimanaaa gitu. Even punya duit pun, tetep prihatin juga kalo musti keluar duit 600-an ribu untuk sekedar.. say, electrical breast pump. Mungkin kalo emang 600 ribu itu pada dasarnya harga belom naik sih masih mending yah, tapi aku tau tu harga udah naik gila2an dari tahun kemaren. Ya iyalah, jangan ngomong tahun kemareeeen... mo beli yg harga 300 ribu aja, tapi kok kesannya demi kualitas ngirit banget, kan demi baby. Lagi2 mikir, kayaknya orang2 dulu gak usah beli electrical breast pump aja bisa survive deh.. hihihihi.
Intinya sekarang mah, saya mengedepankan MENTAL DISKON dan survey matang sebelum beli sebuah produk.
Nah, ceritanyaa...
Karena udah dari kapan tau dikomporin ama fitri untuk beli baby book-nya Shears, bis tu aku nge-review harga sana-sini. Kalo harga normal sih, harganya bisa 200 ribu-an gitu. Klo di online shop, bisa dapet diskon jadi sekitar 170 ribu-an. Tercatat, harga termurah aku temukan di situs online serambi, penerbit tu buku di Indonesia, harganya 157 ribu. Tapi masalahnya tu harga update tahun kemaren.. jadi rada pesimis, pasti harga sekarang udah nambah deh.

Udah nyiapin budget sih, 200 ribu-an buat beli tu buku. Tapi dapet ide untuk survey dulu ke IBF (Islamic Book Fair) 2009. Hari kamis kemaren, akhirnya jalan deh ke IBF, muteeerrrr...muteeerrr.... di IBF yang penuh (walau pada hari kerja), akhirnya nemu stand serambi. Dan bener, setelah didiskon harganya 167 ribu. Yah, trus akhirnya sok2 protes gitu ke penjaga standnya, "mas.. mas, kok saya liat di situsnya, bisa dapet harga 157 ribu, di sini malah 167 ribu??". Walaupun sebenernya aku udah tau jawabannya, ya iyalah, dia kan pasti ada ongkos bayar stand lah, harga naik lah, bre bre...
Lebih menyakitkan hati, ternyata tu buku pada hari minggu diskon 40%, jadi pada hari minggu, harganya jadi 127 ribu. Kenapa bisa gitu? soalnya dia menggilirkan diskonnya pada buku tertentu setiap hari, jadi misalnya hari minggu khusus buku A, B, dan C, nanti hari seninnya khusus buku D, E, F, besokannya G, H, I, dst sampe bukfernya usai.
Membayangkan bahwa sebenernya aku bisa saja dapet harga 127 ribu kalo dateng hari minggu, cuma sayangnya aku dateng hari kamis, dengan rada maksa aku tawar2 harga tu buku. Emangnya beli ikan, bisa ditawar!! "Plis masss.. 140 ribu aja saya beli deh", sampe gitu.
Pas gak dikasih, sebel. (Pasti gk dikasih lah).
Tiba2 di papan diskonnya, aku melihat sebuah HARAPAN.. ya, HARAPAN ITU MASIH ADA!!
Ternyata diskon 40%nya bukan hari minggu 1 Maret, tapi Minggu 8 Maret. Kyaaa.. berarti aku bisa dapet diskon 40% itu kalo dateng LAGI hari minggu. **hitung2 untung rugi**.
Yap, dapet harga lebih murah 80 ribu jelas signifikan, kan aku itungannya gk keluar ongkos buat ke IBF. Hari kamis nebeng aa', hari ahad bareng suami, yang jelas gk usah ngangkot lah yaww.. **ga' ngongkos, tapi jajan, sama juga be'eng :D **
Akhirnya ngatur strategi ama suami, "Kita harus udah nyampe ke IBF pagi2, sebelum buka, biar gak keabisan stok dan gak keburu penuh". Pengalaman suami tahun2 kemaren, hari terakhir pasti buat gerak aja susah.
Hari minggu, 8 Maret, IBF barulah buka jam 10.00.
Dan tebak, kita udah nongkrong dari jam 07.30... xixixixi.
Masih sepi, kita sempet nongkrong2 bawah pu'un dulu, curhat2an, nyemilin mendoan sambil ngecengin orang2 yang pada olah raga. **Ngecengin??? hellooowww...ketawan banget gw anak 90-an**.
Massa mulai ramai jam 09.30.
Tempat parkir yang tadinya kosong melompong, kok udah nyaris penuh. Padahal pintu IBF belum-lah terbuka.
Di depan pintu mana saja, orang2 sudah mengantri dengan tampang H2C.
Kita memilih pintu yang paling dikit orang ngantri, karena orang2 tidak mengira bisa masuk lewat pintu ini. Somehow, menjelang jam 10, orang2 terinspirasi untuk ngantri bareng kita (Hihi.. G-R). Jam 09.50, seorang ibu naik pitam, "Ini gimana sih, saya masuk pintu sana gak boleh, pintu sini gak boleh, saya udah muter2 nih, saya harus jaga stand, belum rapih2 jam segini".
Kepanikkan mulai melanda, se-level saja di bawah kepanikkan antri sembako (lebay gk sih aku?). Ketika gelagat kunci pintu sudah mau dibuka dari dalam, orang2 yang antri udah pada pasang kuda2 siap nyerbu. Eh, gk taunya si tukang kunci lagi akting aja, hehe.. mo ngetes respon pengantri kali dia. Hahahaha.. Masku cuma bisa ngelus dada dengan pasar Indonesia, mo pameran buku kek, pameran elektronik kek, pameran baju kek, apaaaa aja. Antrian konsumen di Indonesia tidak akan pernah sepi, BAHKAN di jaman krisis.
Akhirnya pintu dibuka.. Byuuurrrrrrrr.... Para pedagang langsung teriak2 "Yak, hari terakhir hari terakhir.. jangan sampe keabisan, hari terakhir!!"
Kita fokus dong.
Straight menuju ke stand serambi. Deg2an, stoknya masih ada gk ya? Gw dibo'ongin gk ya? Diskon 40% gk taunya dengan syarat bla bla bli bli lagi.. Mendekati stand Serambi, dari jauh sudah terlihat tumpukan baby book, bersinar-sinar mengisi mata dan relung hatiku.. ZAP, raih satu. Segera ke kasir. 127 ribu, cash. Puas. Alhamdulillaah.. dapet juga diskon 40%.. asal dibaca aja ya.. bukan cuma memenuhi hasrat "menang" dapet diskon gede aja. So far sih, langsung menuju bab persalinan dan bab ASI, waww.. bahasanya sangat understandable, bahkan bab ASI dibantu dengan visualisasi gambar yang sangat jelas. Sampe perbandingan gambar posisi bayi yang benar dan yang salah dalam menyusui, dst.. hehe **semakin sumringah**
Somehow, diskon ini bikin aku lebih bersemangat search diskon2 perlap baby berikutnya. Tunggu saja.. hmmm...
Tapi walaupun aku terlepas dari ancaman 'biaya nikah', aku (kayaknya bakal) kena harga-harga persiapan melahirkan dan having baby deh. Alhamdulillaah sih, walopun sampe persalinan itungannya udah ke-cover asuransi, tapi beli beli perlap baby setelah itu yang bikin hati gimanaaa gitu. Even punya duit pun, tetep prihatin juga kalo musti keluar duit 600-an ribu untuk sekedar.. say, electrical breast pump. Mungkin kalo emang 600 ribu itu pada dasarnya harga belom naik sih masih mending yah, tapi aku tau tu harga udah naik gila2an dari tahun kemaren. Ya iyalah, jangan ngomong tahun kemareeeen... mo beli yg harga 300 ribu aja, tapi kok kesannya demi kualitas ngirit banget, kan demi baby. Lagi2 mikir, kayaknya orang2 dulu gak usah beli electrical breast pump aja bisa survive deh.. hihihihi.
Intinya sekarang mah, saya mengedepankan MENTAL DISKON dan survey matang sebelum beli sebuah produk.
Nah, ceritanyaa...
Karena udah dari kapan tau dikomporin ama fitri untuk beli baby book-nya Shears, bis tu aku nge-review harga sana-sini. Kalo harga normal sih, harganya bisa 200 ribu-an gitu. Klo di online shop, bisa dapet diskon jadi sekitar 170 ribu-an. Tercatat, harga termurah aku temukan di situs online serambi, penerbit tu buku di Indonesia, harganya 157 ribu. Tapi masalahnya tu harga update tahun kemaren.. jadi rada pesimis, pasti harga sekarang udah nambah deh.

Udah nyiapin budget sih, 200 ribu-an buat beli tu buku. Tapi dapet ide untuk survey dulu ke IBF (Islamic Book Fair) 2009. Hari kamis kemaren, akhirnya jalan deh ke IBF, muteeerrrr...muteeerrr.... di IBF yang penuh (walau pada hari kerja), akhirnya nemu stand serambi. Dan bener, setelah didiskon harganya 167 ribu. Yah, trus akhirnya sok2 protes gitu ke penjaga standnya, "mas.. mas, kok saya liat di situsnya, bisa dapet harga 157 ribu, di sini malah 167 ribu??". Walaupun sebenernya aku udah tau jawabannya, ya iyalah, dia kan pasti ada ongkos bayar stand lah, harga naik lah, bre bre...
Lebih menyakitkan hati, ternyata tu buku pada hari minggu diskon 40%, jadi pada hari minggu, harganya jadi 127 ribu. Kenapa bisa gitu? soalnya dia menggilirkan diskonnya pada buku tertentu setiap hari, jadi misalnya hari minggu khusus buku A, B, dan C, nanti hari seninnya khusus buku D, E, F, besokannya G, H, I, dst sampe bukfernya usai.
Membayangkan bahwa sebenernya aku bisa saja dapet harga 127 ribu kalo dateng hari minggu, cuma sayangnya aku dateng hari kamis, dengan rada maksa aku tawar2 harga tu buku. Emangnya beli ikan, bisa ditawar!! "Plis masss.. 140 ribu aja saya beli deh", sampe gitu.
Pas gak dikasih, sebel. (Pasti gk dikasih lah).
Tiba2 di papan diskonnya, aku melihat sebuah HARAPAN.. ya, HARAPAN ITU MASIH ADA!!
Ternyata diskon 40%nya bukan hari minggu 1 Maret, tapi Minggu 8 Maret. Kyaaa.. berarti aku bisa dapet diskon 40% itu kalo dateng LAGI hari minggu. **hitung2 untung rugi**.
Yap, dapet harga lebih murah 80 ribu jelas signifikan, kan aku itungannya gk keluar ongkos buat ke IBF. Hari kamis nebeng aa', hari ahad bareng suami, yang jelas gk usah ngangkot lah yaww.. **ga' ngongkos, tapi jajan, sama juga be'eng :D **
Akhirnya ngatur strategi ama suami, "Kita harus udah nyampe ke IBF pagi2, sebelum buka, biar gak keabisan stok dan gak keburu penuh". Pengalaman suami tahun2 kemaren, hari terakhir pasti buat gerak aja susah.
Hari minggu, 8 Maret, IBF barulah buka jam 10.00.
Dan tebak, kita udah nongkrong dari jam 07.30... xixixixi.
Masih sepi, kita sempet nongkrong2 bawah pu'un dulu, curhat2an, nyemilin mendoan sambil ngecengin orang2 yang pada olah raga. **Ngecengin??? hellooowww...ketawan banget gw anak 90-an**.
Massa mulai ramai jam 09.30.
Tempat parkir yang tadinya kosong melompong, kok udah nyaris penuh. Padahal pintu IBF belum-lah terbuka.
Di depan pintu mana saja, orang2 sudah mengantri dengan tampang H2C.
Kita memilih pintu yang paling dikit orang ngantri, karena orang2 tidak mengira bisa masuk lewat pintu ini. Somehow, menjelang jam 10, orang2 terinspirasi untuk ngantri bareng kita (Hihi.. G-R). Jam 09.50, seorang ibu naik pitam, "Ini gimana sih, saya masuk pintu sana gak boleh, pintu sini gak boleh, saya udah muter2 nih, saya harus jaga stand, belum rapih2 jam segini".
Kepanikkan mulai melanda, se-level saja di bawah kepanikkan antri sembako (lebay gk sih aku?). Ketika gelagat kunci pintu sudah mau dibuka dari dalam, orang2 yang antri udah pada pasang kuda2 siap nyerbu. Eh, gk taunya si tukang kunci lagi akting aja, hehe.. mo ngetes respon pengantri kali dia. Hahahaha.. Masku cuma bisa ngelus dada dengan pasar Indonesia, mo pameran buku kek, pameran elektronik kek, pameran baju kek, apaaaa aja. Antrian konsumen di Indonesia tidak akan pernah sepi, BAHKAN di jaman krisis.
Akhirnya pintu dibuka.. Byuuurrrrrrrr.... Para pedagang langsung teriak2 "Yak, hari terakhir hari terakhir.. jangan sampe keabisan, hari terakhir!!"
Kita fokus dong.
Straight menuju ke stand serambi. Deg2an, stoknya masih ada gk ya? Gw dibo'ongin gk ya? Diskon 40% gk taunya dengan syarat bla bla bli bli lagi.. Mendekati stand Serambi, dari jauh sudah terlihat tumpukan baby book, bersinar-sinar mengisi mata dan relung hatiku.. ZAP, raih satu. Segera ke kasir. 127 ribu, cash. Puas. Alhamdulillaah.. dapet juga diskon 40%.. asal dibaca aja ya.. bukan cuma memenuhi hasrat "menang" dapet diskon gede aja. So far sih, langsung menuju bab persalinan dan bab ASI, waww.. bahasanya sangat understandable, bahkan bab ASI dibantu dengan visualisasi gambar yang sangat jelas. Sampe perbandingan gambar posisi bayi yang benar dan yang salah dalam menyusui, dst.. hehe **semakin sumringah**
Somehow, diskon ini bikin aku lebih bersemangat search diskon2 perlap baby berikutnya. Tunggu saja.. hmmm...
Tuesday, February 24, 2009
"
Ritual Baru
"
Setiap malam, aku punya kebiasaan baru yang sudah 'terjadwalkan'. Udah kayak ritual wajib deh.. biasanya urutannya dimulai dari:
1. Makan Malam
Kalo bisa seimbang antara protein, sayur, dan karbohidratnya. Tapi untung2an sih, tergantung masakan di rumah. Sekarang lagi gencar mendoktrin diri SUKA makan ikan, karena konon katanya proteinnya sangat tinggi. Tapi yang bikin paling males makan ikan tuh yaa.. durinya itu lho.. Untung kemaren bapak lagi kepengen makan salmon, dia beli deh tuh ikan mahal.. Alhamdulillaah.. tinggi protein, rendah lemak, gada duri, dagingnya lunak, dan gratis alias boleh nebeng.. hehe.
2. Minum Susu
Merk favoritku Prenagen. Tapi sejauh ini baru nyicip 2 merk susu hamil sih, lactamil dan prenagen. Belum nyobain anmum, dll. Tapi lha wong udah kerasa doyan kok ama prenagen, yawis ini aja. So far favoritku rasa coklat, kemaren nyobain rasa strawberry (kesimpulannya masih lebih enak coklat). Ini kalo yang rasa strawberry habis, udah tersedia rasa mocha, ntar lagi abis mocha mo nyobain rasa vanilla. Hehehe.. Tadinya sih minum susu cuma malem aja, tapi ibu nyaranin (dengan galaknya, jadi sebenernya bukan nyaranin, tapi menginstruksikan) untuk minum susu juga di pagi hari. Jadi sehari 2x.. hmm, lumayan tuh, kemasan Prenagen 200 gr yang tadinya seminggu beli satu kali, jadi bisa beli dua kali. Gapapa lah, demi dedek, semoga dedeknya sehat. Takaran paling pas so far 1,5 sendok prenagen + gula 1/2 sendok teh+ air hangat suam2 kuku. Sip dah rasanya.

3. Nge-drugs
Saat ini (beda dengan saat kemaren2), komposisi obat malam: Calcium, Aspillets (pengencer darah), Folavit (mengandung folat), Obipluz (Mengandung DHA+Folat+dll) dan siang hari: CNI Health Pack. Cuma kalo siang hari gak serajin malam sih. Kalo minum aspillets dan folavit sih masih oke lah yaa.. ukurannya cuma sekuku kelingking. Tapi kalo minum obipluz, maaakk.. ukurannya itu lho, gede banget.

Searah jarum jam: Obipluz, Folavit, Aspilet, Calcium

Ki-Ka: Obipluz, Calcium, Folavit, Aspilet
Liat sendiri dong perbandingannya. Kalo lagi ga mood, bisa keluar lagi tuh obipluz walo udah ditelen..

4. Nyuntik

Nah,
ini dia nih yang kadang-kadang jadi biang keributan dan horor di malam
hari. Karena tiap malam harus disuntik beginian, aku jadi lebih
solihah, alias sering berdoa "Ya Allah, moga2 kali ini gak sakit".
Soalnya siapa yang nyuntik menentukan tingkat kesakitannya. Kalo
disuntik mamas, alhamdulillaah ga' sakit, walaupun dia sering nakut2in
setiap sebelum nyuntik. Tapi walaupun mamas suka iseng, tapi terakhir
dia mengucapkan sesuatu yang bikin aku terharu sangatt.. hiks.. dia
ngomong ke babynya gini
" dek, kasian tuh bunda, perutnya bolong2 disuntikin tiap hari. Awas kamu ya kalo gede jadi durhaka.."
Suatu pernyataan yang sangat.. sangat.. duh, ga bisa terlukiskan deh. Sangat supportif sekali.
Nah kalo bapak yang nyuntik, walaupun bapak gak banyak basa-basi sebelum nyuntik, tapi pas nyuntik bisa sakit banget. Terakhir kali disuntik bapak pas bapak lagi capek, jadi dia maunya buru2 selesai, aseli suakiiiiittt banget.. dan jadi nangis2 gitu deh. Abis itu kapok disuntik bapak, dan nyoba nyuntik sendiri sambil bismillah, subhanallah, allahuakbar, jangan sakit ya Allah.. dan.. suxezzz.. Akhirnya sekarang malah lebih pede nyuntik sendiri. Hehe..
5. Nancy (baca: nensi) darah
Walaupun aktivitas satu ini suka lupa, tapi penting untuk dilakukan setiap malam. Sebagai monitoring tekanan darah, kalo tekanan darahnya tiba2 naik, itu tandanya: WASPADA. Terberkatilah pencipta alat tensi rumahan seperti ini:

Tinggal
lingkerin di lengan, pencet tombol start, owh you can do it by
yourself. Maka terteralah angka2 hasil pengukuran systolic dan
diastolicnya.
6. Shaping knowledge
Berhubung ini kehamilan pertama, H2C juga deh ngadepinnya. Ngerasa masih dummy banget dalam hal ini, jadi sering ngebrowse n baca2 sana sini. Lately nemu artikel bagus ini:

Kapan
itu, kerasa banget pinggang bawah sakit sampe kalo nunduk mau wudhu
atau pas ruku' bener2 sakit. Hasil baca2 ternyata sakit pinggang itu ga
harus jadi 'fitrahnya' ibu hamil. Semua orang bilang sakit pinggang itu
wajar, tapi ternyata karena salah memperlakukan pinggang dengan bawaan
yang berat gitu lho.. Alhamdulillaah sekarang sakit pinggang udah
lumayan berkurang. Solusinya: do everything you think it's good for
your low back pain, such as senam hamil, banyak istirahat, banyak
kalsium, apa aja dehh.. 
Kemaren di Gramedia nemu VCD yang bagus:

rencana
sih mau beli, sekalian beli buku Hypnobirthing ama baby book.. ntaran
kalo kehamilan udah usia 30-34 pekan. Santai daaahh..
7. Nilawahin si dedek
Menjelang tidur, si dedek biasanya didengerin Q.S Al-Qiyamah dari HP. Kenapa Al-Qiyamah? Bukan alasan napa2 sih, tapi karena tu surat muat aja di HP. Berhubung HPnya gk ada memory card, yawis yang muat aja. Selain itu, aku sekarang kalo tilawah suaranya gak pelan2 lagi, rada kencengan biar si dedek denger. Ajaibnya, terutama di ayat2 tertentu Q.S Al-Qiyamah, si dedek geraknya langsung super heboh... Hmm, kenapa tho dek? Bunda jadi merinding sendiri lho..
Anyway, sekarang usia kehamilan udah 28 pekan:

Terakhir
cekap, berat normal, ketuban normal, organ bayi normal, letak plasenta
normal, mudah2an bisa normal terussss sampe saat yang tepat melahirkan.
'Amiin.
1. Makan Malam
Kalo bisa seimbang antara protein, sayur, dan karbohidratnya. Tapi untung2an sih, tergantung masakan di rumah. Sekarang lagi gencar mendoktrin diri SUKA makan ikan, karena konon katanya proteinnya sangat tinggi. Tapi yang bikin paling males makan ikan tuh yaa.. durinya itu lho.. Untung kemaren bapak lagi kepengen makan salmon, dia beli deh tuh ikan mahal.. Alhamdulillaah.. tinggi protein, rendah lemak, gada duri, dagingnya lunak, dan gratis alias boleh nebeng.. hehe.
2. Minum Susu
Merk favoritku Prenagen. Tapi sejauh ini baru nyicip 2 merk susu hamil sih, lactamil dan prenagen. Belum nyobain anmum, dll. Tapi lha wong udah kerasa doyan kok ama prenagen, yawis ini aja. So far favoritku rasa coklat, kemaren nyobain rasa strawberry (kesimpulannya masih lebih enak coklat). Ini kalo yang rasa strawberry habis, udah tersedia rasa mocha, ntar lagi abis mocha mo nyobain rasa vanilla. Hehehe.. Tadinya sih minum susu cuma malem aja, tapi ibu nyaranin (dengan galaknya, jadi sebenernya bukan nyaranin, tapi menginstruksikan) untuk minum susu juga di pagi hari. Jadi sehari 2x.. hmm, lumayan tuh, kemasan Prenagen 200 gr yang tadinya seminggu beli satu kali, jadi bisa beli dua kali. Gapapa lah, demi dedek, semoga dedeknya sehat. Takaran paling pas so far 1,5 sendok prenagen + gula 1/2 sendok teh+ air hangat suam2 kuku. Sip dah rasanya.

Saat ini (beda dengan saat kemaren2), komposisi obat malam: Calcium, Aspillets (pengencer darah), Folavit (mengandung folat), Obipluz (Mengandung DHA+Folat+dll) dan siang hari: CNI Health Pack. Cuma kalo siang hari gak serajin malam sih. Kalo minum aspillets dan folavit sih masih oke lah yaa.. ukurannya cuma sekuku kelingking. Tapi kalo minum obipluz, maaakk.. ukurannya itu lho, gede banget.

Searah jarum jam: Obipluz, Folavit, Aspilet, Calcium

Ki-Ka: Obipluz, Calcium, Folavit, Aspilet
Liat sendiri dong perbandingannya. Kalo lagi ga mood, bisa keluar lagi tuh obipluz walo udah ditelen..

CNI Healthpack
4. Nyuntik

" dek, kasian tuh bunda, perutnya bolong2 disuntikin tiap hari. Awas kamu ya kalo gede jadi durhaka.."
Suatu pernyataan yang sangat.. sangat.. duh, ga bisa terlukiskan deh. Sangat supportif sekali.
Nah kalo bapak yang nyuntik, walaupun bapak gak banyak basa-basi sebelum nyuntik, tapi pas nyuntik bisa sakit banget. Terakhir kali disuntik bapak pas bapak lagi capek, jadi dia maunya buru2 selesai, aseli suakiiiiittt banget.. dan jadi nangis2 gitu deh. Abis itu kapok disuntik bapak, dan nyoba nyuntik sendiri sambil bismillah, subhanallah, allahuakbar, jangan sakit ya Allah.. dan.. suxezzz.. Akhirnya sekarang malah lebih pede nyuntik sendiri. Hehe..
5. Nancy (baca: nensi) darah
Walaupun aktivitas satu ini suka lupa, tapi penting untuk dilakukan setiap malam. Sebagai monitoring tekanan darah, kalo tekanan darahnya tiba2 naik, itu tandanya: WASPADA. Terberkatilah pencipta alat tensi rumahan seperti ini:

6. Shaping knowledge
Berhubung ini kehamilan pertama, H2C juga deh ngadepinnya. Ngerasa masih dummy banget dalam hal ini, jadi sering ngebrowse n baca2 sana sini. Lately nemu artikel bagus ini:


Kemaren di Gramedia nemu VCD yang bagus:

7. Nilawahin si dedek
Menjelang tidur, si dedek biasanya didengerin Q.S Al-Qiyamah dari HP. Kenapa Al-Qiyamah? Bukan alasan napa2 sih, tapi karena tu surat muat aja di HP. Berhubung HPnya gk ada memory card, yawis yang muat aja. Selain itu, aku sekarang kalo tilawah suaranya gak pelan2 lagi, rada kencengan biar si dedek denger. Ajaibnya, terutama di ayat2 tertentu Q.S Al-Qiyamah, si dedek geraknya langsung super heboh... Hmm, kenapa tho dek? Bunda jadi merinding sendiri lho..
Anyway, sekarang usia kehamilan udah 28 pekan:

Wednesday, February 18, 2009
"
Baby Girl Kick
"
Di tengah malam,
Di pagi hari ketika bangun tidur,
Di pagi hari menjelang dhuha,
Di siang hari,
Di sore hari,
Di banyak sekali waktu, almost all the time in a day
My baby girl, setidaknya masih ‘girl’ hingga saat ini, menendang-nendang perut.. awalnya terjadi kira-kira di bulan ke-4 kehamilan. Rasanya seperti kedutan atau seperti disetrum listrik rendah voltase, kadang juga rasanya seperti gelembung-gelembung udara/ gas kentut.. :D
Bertambah hari-pekan-dan bulan, tendangannya semakin aktif dan keras. Sekali waktu rasanya bikin pingin pipis, kali lain bikin lapar, waktu lain bikin mual, bisa juga bikin mo BAB.. tapi apapun rasanya, tendangannya adalah hiburan yang paling menghibur yang bisa aku rasakan.
Aku selalu merasa dia ingin menyampaikan banyak sekali pesan dan informasi kepadaku
Ketika aku menangis, dia menendang, dan aku yakin dia sedang ingin menghibur bundanya. Malah pernah, aku tergelak-gelak habis menyusuti air mata, karena gerakan si dedek jadi heboh.. kayak nge-dance gitu. Well, emang sih bundanya kalo emosional, dedeknya jadi ikuttan emosional.. kasihan, mungkin di alam rahimnya, dedek jadi sumpek kalo bunda emosional.. mungkin kalo dia bisa ngomong dia akan bilang “Duuh, plis dong bunda don’t cry for me argentina, aku kan jadi gerah di sini” sambil Dug, Dug, Dug, ditendangnya perut bunda dengan heboh. Hmm.. seperti apa yah alam rahimnya itu?
Ketika aku sholat, dia menendang, aku yakin dia sedang ikut sholat bersama bundanya, dia menendang terutama ketika aku membaca Al-Fatihah dan surat setelahnya.. seolah2 dia ingin membetulkan hafalan bunda yang kacau balau.
Ketika aku butuh teman, dia menendang, aku yakin dia sedang mengajakku bermain dan bercanda..
Ketika aku sedang kesusahan, dia menendang, aku yakin dia ingin mengatakan bundanya, “nda.. i’m here for you”. Dan karenanya aku akan membalas, “yes dear.. kita selalu bersama, berdua, dirimu yang bisa memahami bunda...” :D
Bersama tendangannya, aku merasakan dukungannya ketika aku ledek-ledekan ama ayahnya, aku selalu bilang “tuh kan, si dedek gengku nih, ayah mah gak asik”. Ayahnya paling kena kalo digituin, karena dia merasa punya saham dalam pembentukan jadinya si dedek, maka ayahnya suka gak mau kalah “enak aja, dedek kan ngebela ayah, dia sebenernya bilang pro ayah. Dia kan dedeknya ayahh”
Paling susah kalo udah malem, udah tengah malem, si dedek masih belum mau istirahat, ngajak maiiiiiinnnnn terus. Bundanya jadi gak bisa tidur, biasanya si dedek kena tegur bunda.. “Dek, mainnya udah sih, kan udah malem, waktunya istirahat..”. But she’s always moving and kicking, and moving and kicking, and moving and kicking...
Repot lagi kalo aku terbangun di tengah malam karena tendangan dedek, kadang susah mo tidur lagi.. dan tau2 perutku lapar, apalagi sampe bunyi krucuk-krucuk seperti tadi malam. Wah, bundanya terpaksa menyiapkan lauk dan nasi di tengah malam. Karena khawatir si dedek kelaperan, dan yang dia makan malah ketuban. Kalo ketuban habis bisa gawat cerita nanti.. makan tengah malem itungannya jadi kyk sahur sih, tapi nyatanya gak pernah berani mo puasa. Apalagi di saat-saat sekarang, di saat dedek bener2 butuh makan terus dan terus..
Padahal ibu hamil yang lain cuek-cuek aja tuh mo puasa, puasa ya puasa aja, tawakkal gitu loh.. klo dipikir, kenapa ibu2 di Ghaza bisa pada melahirkan dengan selamat ya, padahal bantuan makanan untuk mereka dihalang2i terus.. Subhanallaah.. jadi apa bunda perlu puasa ya, dek? Biar dedeknya militan gitu.. hehe. Hmm.. pikir2 lagi deh. Yang kepikiran ama bunda siiihhh, bulan ramadhan tahun ini bisa2 bunda gk ikut puasa, karena dedek kan lagi aktif menyusui... kalo bunda gk makan, bisa-bisa ASI gk keluar juga, kasian si dedek kalo kelaperan.. wah, ini berarti bunda harus belajar lebih banyak lagi fiqh ttg puasa nih dek...
Hmm yah, segala komunikasi yang kami bangun bersama, membuat diriku (dan ayahnya sih) penasaran ingin segera bertemu dengan dedek. Akan seperti apakah dirimu dek?
Kami mengira, pipinya akan chubby, berhubung kedua orang tuanya gk ada yang kurus.
Juga berkulit hitam, tapi manis, karena nyatanya kedua orang tuanya begitu.. hehe (walaupun ayahnya kekeuh kalo dia sebenernya gk item, Cuma karena kebanyakan main di bawah matahari aja jadi item, yah terserah ayah deh, nyatanya ayah gk putih kayak ari wibowo jg kan? Mungkin ayah masih merasa dirinya mirip stephen chow, hihihihi).
Sisanya masih misteri, bentuk matanya seperti apa (mataku lebih sipit daripada mata mas), bentuk alisnya seperti apa (alisku naik, alis mas menurun), kelopak matanya bagaimana (kelopak mataku sedikit, sementara mas banyak), bibirnya gimana (bibirku cenderung menurun, sementara bibir mas seperti tersenyum terus)...
Aku juga penasaran, apa rasanya ya berada di alam rahim sana..
Mendengar suara deru motor dan mobil ketika bunda naik busway, suara debum debum kereta ketika bunda naik KRL, mendengar percakapan bunda dan ayah, suara mixer ketika bunda mengocok adonan kue, suara bunda tilawah, suara musik dari orkes kampung, suara petasan ketika tahun baru, suara ivan gunawan di kissvaganza (hyy.. :D)..
Mungkin seperti mendengar suara-suara dari balik membran. Seperti suara yang teredam. Ayahnya yang suka eksperimen itu suka bisik-bisik dan halo-halo di dekat perut bunda, “halo halo.. tes tes, dedek lagi ngapain, halo halo..”
Beginilah dek, kelakuan orang tuamu.
Beginilah rasanya dek, menghadapi hari demi hari dengan berdebar menanti kehadiranmu,
Penuh rasa penasaran, khawatir, bertanya-tanya, norak dengan segala tendanganmu, protektif abis2an dengan segala vitamin, makanan, susu, apalah itu..
Makanya dek, kami berharap kamu jadi anak yang solih/ah. Sehat fisik dan jiwa. Berjiwa besar, dan mengasihi sesama. Ah, pokoknya banyak harapan. Bahkan bunda sudah memikirkan materi pembentukan jiwa untukmu kelak, yang paling penting kamu harus nurut sama ALLAH dan orang tua. Bunda akan sangat senang kalo kamu tidak durhaka. ‘Amiin ya dek. Baik2 di rahim ya, hingga waktu yang sudah ditentukan-NYA kita akan bertemu. Bunda sayang dedek, cup. Luv u.
Di pagi hari ketika bangun tidur,
Di pagi hari menjelang dhuha,
Di siang hari,
Di sore hari,
Di banyak sekali waktu, almost all the time in a day
My baby girl, setidaknya masih ‘girl’ hingga saat ini, menendang-nendang perut.. awalnya terjadi kira-kira di bulan ke-4 kehamilan. Rasanya seperti kedutan atau seperti disetrum listrik rendah voltase, kadang juga rasanya seperti gelembung-gelembung udara/ gas kentut.. :D
Bertambah hari-pekan-dan bulan, tendangannya semakin aktif dan keras. Sekali waktu rasanya bikin pingin pipis, kali lain bikin lapar, waktu lain bikin mual, bisa juga bikin mo BAB.. tapi apapun rasanya, tendangannya adalah hiburan yang paling menghibur yang bisa aku rasakan.
Aku selalu merasa dia ingin menyampaikan banyak sekali pesan dan informasi kepadaku
Ketika aku menangis, dia menendang, dan aku yakin dia sedang ingin menghibur bundanya. Malah pernah, aku tergelak-gelak habis menyusuti air mata, karena gerakan si dedek jadi heboh.. kayak nge-dance gitu. Well, emang sih bundanya kalo emosional, dedeknya jadi ikuttan emosional.. kasihan, mungkin di alam rahimnya, dedek jadi sumpek kalo bunda emosional.. mungkin kalo dia bisa ngomong dia akan bilang “Duuh, plis dong bunda don’t cry for me argentina, aku kan jadi gerah di sini” sambil Dug, Dug, Dug, ditendangnya perut bunda dengan heboh. Hmm.. seperti apa yah alam rahimnya itu?
Ketika aku sholat, dia menendang, aku yakin dia sedang ikut sholat bersama bundanya, dia menendang terutama ketika aku membaca Al-Fatihah dan surat setelahnya.. seolah2 dia ingin membetulkan hafalan bunda yang kacau balau.
Ketika aku butuh teman, dia menendang, aku yakin dia sedang mengajakku bermain dan bercanda..
Ketika aku sedang kesusahan, dia menendang, aku yakin dia ingin mengatakan bundanya, “nda.. i’m here for you”. Dan karenanya aku akan membalas, “yes dear.. kita selalu bersama, berdua, dirimu yang bisa memahami bunda...” :D
Bersama tendangannya, aku merasakan dukungannya ketika aku ledek-ledekan ama ayahnya, aku selalu bilang “tuh kan, si dedek gengku nih, ayah mah gak asik”. Ayahnya paling kena kalo digituin, karena dia merasa punya saham dalam pembentukan jadinya si dedek, maka ayahnya suka gak mau kalah “enak aja, dedek kan ngebela ayah, dia sebenernya bilang pro ayah. Dia kan dedeknya ayahh”
Paling susah kalo udah malem, udah tengah malem, si dedek masih belum mau istirahat, ngajak maiiiiiinnnnn terus. Bundanya jadi gak bisa tidur, biasanya si dedek kena tegur bunda.. “Dek, mainnya udah sih, kan udah malem, waktunya istirahat..”. But she’s always moving and kicking, and moving and kicking, and moving and kicking...
Repot lagi kalo aku terbangun di tengah malam karena tendangan dedek, kadang susah mo tidur lagi.. dan tau2 perutku lapar, apalagi sampe bunyi krucuk-krucuk seperti tadi malam. Wah, bundanya terpaksa menyiapkan lauk dan nasi di tengah malam. Karena khawatir si dedek kelaperan, dan yang dia makan malah ketuban. Kalo ketuban habis bisa gawat cerita nanti.. makan tengah malem itungannya jadi kyk sahur sih, tapi nyatanya gak pernah berani mo puasa. Apalagi di saat-saat sekarang, di saat dedek bener2 butuh makan terus dan terus..
Padahal ibu hamil yang lain cuek-cuek aja tuh mo puasa, puasa ya puasa aja, tawakkal gitu loh.. klo dipikir, kenapa ibu2 di Ghaza bisa pada melahirkan dengan selamat ya, padahal bantuan makanan untuk mereka dihalang2i terus.. Subhanallaah.. jadi apa bunda perlu puasa ya, dek? Biar dedeknya militan gitu.. hehe. Hmm.. pikir2 lagi deh. Yang kepikiran ama bunda siiihhh, bulan ramadhan tahun ini bisa2 bunda gk ikut puasa, karena dedek kan lagi aktif menyusui... kalo bunda gk makan, bisa-bisa ASI gk keluar juga, kasian si dedek kalo kelaperan.. wah, ini berarti bunda harus belajar lebih banyak lagi fiqh ttg puasa nih dek...
Hmm yah, segala komunikasi yang kami bangun bersama, membuat diriku (dan ayahnya sih) penasaran ingin segera bertemu dengan dedek. Akan seperti apakah dirimu dek?
Kami mengira, pipinya akan chubby, berhubung kedua orang tuanya gk ada yang kurus.
Juga berkulit hitam, tapi manis, karena nyatanya kedua orang tuanya begitu.. hehe (walaupun ayahnya kekeuh kalo dia sebenernya gk item, Cuma karena kebanyakan main di bawah matahari aja jadi item, yah terserah ayah deh, nyatanya ayah gk putih kayak ari wibowo jg kan? Mungkin ayah masih merasa dirinya mirip stephen chow, hihihihi).
Sisanya masih misteri, bentuk matanya seperti apa (mataku lebih sipit daripada mata mas), bentuk alisnya seperti apa (alisku naik, alis mas menurun), kelopak matanya bagaimana (kelopak mataku sedikit, sementara mas banyak), bibirnya gimana (bibirku cenderung menurun, sementara bibir mas seperti tersenyum terus)...
Aku juga penasaran, apa rasanya ya berada di alam rahim sana..
Mendengar suara deru motor dan mobil ketika bunda naik busway, suara debum debum kereta ketika bunda naik KRL, mendengar percakapan bunda dan ayah, suara mixer ketika bunda mengocok adonan kue, suara bunda tilawah, suara musik dari orkes kampung, suara petasan ketika tahun baru, suara ivan gunawan di kissvaganza (hyy.. :D)..
Mungkin seperti mendengar suara-suara dari balik membran. Seperti suara yang teredam. Ayahnya yang suka eksperimen itu suka bisik-bisik dan halo-halo di dekat perut bunda, “halo halo.. tes tes, dedek lagi ngapain, halo halo..”
Beginilah dek, kelakuan orang tuamu.
Beginilah rasanya dek, menghadapi hari demi hari dengan berdebar menanti kehadiranmu,
Penuh rasa penasaran, khawatir, bertanya-tanya, norak dengan segala tendanganmu, protektif abis2an dengan segala vitamin, makanan, susu, apalah itu..
Makanya dek, kami berharap kamu jadi anak yang solih/ah. Sehat fisik dan jiwa. Berjiwa besar, dan mengasihi sesama. Ah, pokoknya banyak harapan. Bahkan bunda sudah memikirkan materi pembentukan jiwa untukmu kelak, yang paling penting kamu harus nurut sama ALLAH dan orang tua. Bunda akan sangat senang kalo kamu tidak durhaka. ‘Amiin ya dek. Baik2 di rahim ya, hingga waktu yang sudah ditentukan-NYA kita akan bertemu. Bunda sayang dedek, cup. Luv u.
"
Coba ada kursus parenting skill yaa..
"
abis ngumpul ama ibu2 di pekanan kemaren, kepikir insight-insight baru deh tentang didik anak-anak.
Salah satu temenku yang kerjanya ngajar bilang gini, ada muridnya yang emang berasal dari keluarga yang rejeki ekonominya sangat baik, bilang ke temenku "ibu.. udah berapa kali naik pesawat? aku dong.. kalo liburan sering ke luar negeri, jadi aku sering naik pesawat"
Temenku yang lain menimpali, "itu tuh anak saya, pulang dari main ama temen2nya, ada temennya yang bilang gini 'aku kan abis dari lippo, abis beli ini-itu dong', temen yang lain nimpalin 'aku juga mau ke lippo, mau beli ini-itu juga', akhirnya anak saya pas pulang minta diajak ke lippo minta beliin ini-itu"
Si ibu suhu nambahin cerita, "Ada juga temen anak saya, baru kelas 2 SD, udah boleh bawa HP ama ortunya. Pas lagi makan siang bareng, kebetulan menu dari sekolah gak cocok ama seleranya, dengan entengnya dia nelpon ke rumah dengan HPnya dan omongannya kedengeran ama temen2 yang lain 'ma, aku gak suka ama makanan di sini, bawain udang dong'.. dan ajaibnya dibawain udang lah si anak itu dari rumah. Gak cuma itu, kalo ada apa-apa, dia sering banget nelpon ke rumah dan komplen 'aduh, aku gerah nih, di sini panas, sebel deh', macem2 gitu deh".
Aku prihatin banget dengernya. Aku gak akan bilang, anak-anak jaman sekarang kyk gitu yah.. Tapi aku bisa bilang, memang banyak orang tua suka salah kaprah dalam menanamkan nilai-nilai kepada anak-anaknya. Kasih sayang diwujudkan dalam pemberian materi yang banyaaak.. dan pada akhirnya membuat si anak sombong, suka pamer, lemah memahami empati, manja, dll.. Padahal tidak jarang, mereka adalah anak-anak dari orang tua yang belajar islam secara rutin.
Dari aku kecil, alhamdulillaah aku selalu merasa kecukupan. Artinya, kalo aku mau minta apapun ke orang tua, insyaALLAH orang tua pasti bisa memenuhi. Tapi yang sering terjadi, dalam memoriku sekarang, aku inget banget, bapak atau ibu sering menolak membelikan dan memberikan apa yang aku minta. Aku dulu seriiiinnnngggg banget menganggap orang tuaku tuh pelit. Apa sih salahnya aku pingin roller blade (pas jaman aku SMP roller blade kan ngetren banget tuh), apa sih salahnya aku pingin jajan makanan macem2.. yah pokoknya kesenangan anak kecil lah.
Pas SMP, aku bergaul ama anak-anak yang 'gaul' gewtoh loh bo'...
Rengekanku ke ortu makin mahal deh, minta beli segala sesuatu yang merk terkenal. Pernah minta beliin sepatu merk terkenal seharga 200 ribu (baca: ini 200 ribu tahun 1996 loh..). Pikiranku waktu itu, bapak kan duitnya banyak, lagian aku kan gak minta sepatu yang harga 300 ribu.. gak papa doong.
Akhirnya bapak yang sebel ama rengekanku yang non-stop, ngebeliin juga. Eh, pas pulang ke rumah, ibu nanya.. itu beli sepatu harganya berapa? pas ibu tahu, ibu gak marah sih.. tapi ibu cerita gini.. "Nur, padahal tadi tuh ada tetangga yang dateng ke rumah, minjem duit 20 ribu aja.. buat beliin sepatu anaknya yang udah jebol. Dia juga gak bisa bayar SPP anaknya sekian bulan.. "
Saat itu aku mikir, dan merasa tertohok. Di kamar aku nangis.. Menyesal dan teriris. Belakangan hari kemudian, aku terus belajar dari perilaku ibuku.. Yang selalu peduli tetangga, punya list daftar orang yang rutin disedekahin ibu, mulai dari nenek singkong yang jual sapu lidi keliling, hingga janda-janda tua, hingga tukang becak yang anaknya banyak dan ga muat tampung di rumahnya..
Hal itu aku belajar, seorang anak belajar empati, rendah hati, dan menolong orang lain.. terutama dari tindakan nyata orang tuanya. Tidak sebatas hanya perkataan bapak atau ibunya bahwa kita harus menolong orang lain, sedekah dst..
Permasalahannya sekarang, bisakah aku jadi orang tua seperti itu?
Aku tanyakan pertanyaan itu pada suamiku, "Mas, udah siap belum jadi orang tua? Pe-eR kita banyak lho.. "
Bismillaah ya ALLAH..
Salah satu temenku yang kerjanya ngajar bilang gini, ada muridnya yang emang berasal dari keluarga yang rejeki ekonominya sangat baik, bilang ke temenku "ibu.. udah berapa kali naik pesawat? aku dong.. kalo liburan sering ke luar negeri, jadi aku sering naik pesawat"
Temenku yang lain menimpali, "itu tuh anak saya, pulang dari main ama temen2nya, ada temennya yang bilang gini 'aku kan abis dari lippo, abis beli ini-itu dong', temen yang lain nimpalin 'aku juga mau ke lippo, mau beli ini-itu juga', akhirnya anak saya pas pulang minta diajak ke lippo minta beliin ini-itu"
Si ibu suhu nambahin cerita, "Ada juga temen anak saya, baru kelas 2 SD, udah boleh bawa HP ama ortunya. Pas lagi makan siang bareng, kebetulan menu dari sekolah gak cocok ama seleranya, dengan entengnya dia nelpon ke rumah dengan HPnya dan omongannya kedengeran ama temen2 yang lain 'ma, aku gak suka ama makanan di sini, bawain udang dong'.. dan ajaibnya dibawain udang lah si anak itu dari rumah. Gak cuma itu, kalo ada apa-apa, dia sering banget nelpon ke rumah dan komplen 'aduh, aku gerah nih, di sini panas, sebel deh', macem2 gitu deh".
Aku prihatin banget dengernya. Aku gak akan bilang, anak-anak jaman sekarang kyk gitu yah.. Tapi aku bisa bilang, memang banyak orang tua suka salah kaprah dalam menanamkan nilai-nilai kepada anak-anaknya. Kasih sayang diwujudkan dalam pemberian materi yang banyaaak.. dan pada akhirnya membuat si anak sombong, suka pamer, lemah memahami empati, manja, dll.. Padahal tidak jarang, mereka adalah anak-anak dari orang tua yang belajar islam secara rutin.
Dari aku kecil, alhamdulillaah aku selalu merasa kecukupan. Artinya, kalo aku mau minta apapun ke orang tua, insyaALLAH orang tua pasti bisa memenuhi. Tapi yang sering terjadi, dalam memoriku sekarang, aku inget banget, bapak atau ibu sering menolak membelikan dan memberikan apa yang aku minta. Aku dulu seriiiinnnngggg banget menganggap orang tuaku tuh pelit. Apa sih salahnya aku pingin roller blade (pas jaman aku SMP roller blade kan ngetren banget tuh), apa sih salahnya aku pingin jajan makanan macem2.. yah pokoknya kesenangan anak kecil lah.
Pas SMP, aku bergaul ama anak-anak yang 'gaul' gewtoh loh bo'...
Rengekanku ke ortu makin mahal deh, minta beli segala sesuatu yang merk terkenal. Pernah minta beliin sepatu merk terkenal seharga 200 ribu (baca: ini 200 ribu tahun 1996 loh..). Pikiranku waktu itu, bapak kan duitnya banyak, lagian aku kan gak minta sepatu yang harga 300 ribu.. gak papa doong.
Akhirnya bapak yang sebel ama rengekanku yang non-stop, ngebeliin juga. Eh, pas pulang ke rumah, ibu nanya.. itu beli sepatu harganya berapa? pas ibu tahu, ibu gak marah sih.. tapi ibu cerita gini.. "Nur, padahal tadi tuh ada tetangga yang dateng ke rumah, minjem duit 20 ribu aja.. buat beliin sepatu anaknya yang udah jebol. Dia juga gak bisa bayar SPP anaknya sekian bulan.. "
Saat itu aku mikir, dan merasa tertohok. Di kamar aku nangis.. Menyesal dan teriris. Belakangan hari kemudian, aku terus belajar dari perilaku ibuku.. Yang selalu peduli tetangga, punya list daftar orang yang rutin disedekahin ibu, mulai dari nenek singkong yang jual sapu lidi keliling, hingga janda-janda tua, hingga tukang becak yang anaknya banyak dan ga muat tampung di rumahnya..
Hal itu aku belajar, seorang anak belajar empati, rendah hati, dan menolong orang lain.. terutama dari tindakan nyata orang tuanya. Tidak sebatas hanya perkataan bapak atau ibunya bahwa kita harus menolong orang lain, sedekah dst..
Permasalahannya sekarang, bisakah aku jadi orang tua seperti itu?
Aku tanyakan pertanyaan itu pada suamiku, "Mas, udah siap belum jadi orang tua? Pe-eR kita banyak lho.. "
Bismillaah ya ALLAH..
"
Self Movement
"
Gak nyangka.. Ternyata 'kesibukan tidak bekerja di kantor' dengan
'bekerja di kantor' malah lebih sibuk pas udah gk kerja di kantor.
Paling nggak, sekarang2 ini, ada 3 fokus yang lagi dikerjain:
1. Monitoring bayi dalam kandungan
Semakin bertambah bulan, semakin banyak hal yang kudu dilakukan untuk persiapan pra hingga pasca bersalin. Sekarang gak boleh kalo cuma dateng check up ke dokter cuma diem dan pasrah, kalo ada pertanyaan harus ditulis dan dibawa ke dokter. Nggak boleh lalai dalam asupan vitamin, obat, makanan, susu.. HARUS memperhatikan hak dedek untuk istirahat, makan, ngobrol, didengerin tilawah, tidak didengerin perkataan aneh2, jaga emosi, beritikad baik sekeras mungkin berusaha menjauhi KEMALASAN (biar dedeknya gak ketularan males, but it's so hard to do!! hiks..), mendata dan bela-beli perlengkapan bersalin, perlengkapan menyusui, dan perlengkapan baby (lengkapnya liat http://nuymom.multiply.com aja deh).
2. Running sistim kasir dan monitoring stok mini market (punya mom)
Paling nggak, sistim kasir baru ini harus udah bisa jalan dan dipahami dengan baik oleh seluruh karyawan toko sebelum usia kehamilanku 8 bulan. Which means, harus udah kelar paling lama sebulan lagi. Makanya harus dikejar banget dari sekarang, dijabanin juga deh bolak-balik Depok-Jakpus-Cimone saban hari untuk ngelarin ni sistim, walau kalo kecapean bisa gak 'kerja' dulu sih.. alias stay di rumah aja..
3. Jadi IRT yang baik dan benar
Walau ada kalanya bisa seharian di rumah. Tapi itu artinya badan lebih pegel daripada jalan keluar2. Karena pasti nyelesein cucian piring, setrikaan, masak, bebersih, gitu2 lah.. memastikan ketika suami pulang rumahnya bersih dan sedap dipandang mata, cucian dan setrikaan gak bertumpuk, masakan tersedia untuk perut suami yang lapar setelah seharian kerja, udah mandi supaya cakep dipandang suami (dan sadisnya, suami lebih suka nuduh 'BELOM MANDI YAAA????'.. ketauan gak usah mandi sekalian aja kali yaa.. huh). Bayangin deh, badan udah pegel (kan ngapa2in sambil bawa dedek dalam perut, jadi lebih gampang pegel), bawaannya jadi pengen istirahat tiduran, giliran suami pulang, nuduh lagi deh "Ngapain aja seharian? tidur aja ya".. KEKI DEH KITEEE.. Gak liat itu setrikaan udah abis, masakan udah jadi, lantai udah disapuin, dan badan udah wangi sabun shampo gini... huiks. Kalo udah keki, diem aja deh senyum2.. Biarlah hanya Allah yang menurunkan hidayah kepada hati2 yang dikehendakiNYA. heheh... amiin
4. Menyiapkan untuk "itu tuh..ada deh"
Untuk persiapan nyiapin "itu", aku mo baca-baca dan ngerjain soal TPA dan matematika, juga ngereview lagi Psikologi Umum dan mempelajari update-update Tema Psikologi Industri Organisasi. Hehehe.. kayaknya udah ketauan ya aku lagi mempersiapkan apa..
Spesific actionnya, mencoba mengerjakan latihan soal-soal math dan logika secepatnya. Ngerjain 60 soal dalam 90 menit. Trrruuusss.. mo mempelajari istilah bahasa Indonesia yang extravaganza dari koran2 di kolom editorial, sekaligus ngupdate terus berita terkini, supaya gk cengok pas ngerjain TPA nanti.
Alhamdulillaah klo english sih gk terlalu masalah ya (jiee.. sombong). Lha namanya english mah dari jaman jebot ampe sekarang kan grammarnya itu2 aja.. Kata suami, masak TOEFL nilainya bisa 551, ngerjain english TPA aja gak bisa. Kalo sampe nggak bisa, berarti nilai TOEFL kamu palsu ituu..
5. Aktivitas additional lainnya, paling nyikotes2in.. which ai ndak akan nrima proyek nyikotes lagi kalo udah maret, gk yakin deh bisa masih lincah wara-wiri.
Bandingin deh dengan kerjaan terakhir, banyakkan duduk di depan komputer, 8 jam sehari. Mending kalo kerja, lha ini.. heee.. tekadnya kalo ntar suatu hari balik lagi 'ngantor', harus posisi yang lebih strategis, gak harus jadi bos sih, maksudnya yang lebih nggaya mikirnya gitu lho. Lebih nganalis, lebih memutuskan, lebih jadi penanggung jawab sesuatu, gitu2 lah.. tapi itu nanti sih, kalo emang segala sikon pas. Kebayangnya, kalopun balik ngantor, paling nggak 2 tahun ke depan, mo membina anak dulu.. (mudah2an) bisa membina anak dengan optimal. 'Amiin..
Paling nggak, sekarang2 ini, ada 3 fokus yang lagi dikerjain:
1. Monitoring bayi dalam kandungan
Semakin bertambah bulan, semakin banyak hal yang kudu dilakukan untuk persiapan pra hingga pasca bersalin. Sekarang gak boleh kalo cuma dateng check up ke dokter cuma diem dan pasrah, kalo ada pertanyaan harus ditulis dan dibawa ke dokter. Nggak boleh lalai dalam asupan vitamin, obat, makanan, susu.. HARUS memperhatikan hak dedek untuk istirahat, makan, ngobrol, didengerin tilawah, tidak didengerin perkataan aneh2, jaga emosi, beritikad baik sekeras mungkin berusaha menjauhi KEMALASAN (biar dedeknya gak ketularan males, but it's so hard to do!! hiks..), mendata dan bela-beli perlengkapan bersalin, perlengkapan menyusui, dan perlengkapan baby (lengkapnya liat http://nuymom.multiply.com aja deh).
2. Running sistim kasir dan monitoring stok mini market (punya mom)
Paling nggak, sistim kasir baru ini harus udah bisa jalan dan dipahami dengan baik oleh seluruh karyawan toko sebelum usia kehamilanku 8 bulan. Which means, harus udah kelar paling lama sebulan lagi. Makanya harus dikejar banget dari sekarang, dijabanin juga deh bolak-balik Depok-Jakpus-Cimone saban hari untuk ngelarin ni sistim, walau kalo kecapean bisa gak 'kerja' dulu sih.. alias stay di rumah aja..
3. Jadi IRT yang baik dan benar
Walau ada kalanya bisa seharian di rumah. Tapi itu artinya badan lebih pegel daripada jalan keluar2. Karena pasti nyelesein cucian piring, setrikaan, masak, bebersih, gitu2 lah.. memastikan ketika suami pulang rumahnya bersih dan sedap dipandang mata, cucian dan setrikaan gak bertumpuk, masakan tersedia untuk perut suami yang lapar setelah seharian kerja, udah mandi supaya cakep dipandang suami (dan sadisnya, suami lebih suka nuduh 'BELOM MANDI YAAA????'.. ketauan gak usah mandi sekalian aja kali yaa.. huh). Bayangin deh, badan udah pegel (kan ngapa2in sambil bawa dedek dalam perut, jadi lebih gampang pegel), bawaannya jadi pengen istirahat tiduran, giliran suami pulang, nuduh lagi deh "Ngapain aja seharian? tidur aja ya".. KEKI DEH KITEEE.. Gak liat itu setrikaan udah abis, masakan udah jadi, lantai udah disapuin, dan badan udah wangi sabun shampo gini... huiks. Kalo udah keki, diem aja deh senyum2.. Biarlah hanya Allah yang menurunkan hidayah kepada hati2 yang dikehendakiNYA. heheh... amiin
4. Menyiapkan untuk "itu tuh..ada deh"
Untuk persiapan nyiapin "itu", aku mo baca-baca dan ngerjain soal TPA dan matematika, juga ngereview lagi Psikologi Umum dan mempelajari update-update Tema Psikologi Industri Organisasi. Hehehe.. kayaknya udah ketauan ya aku lagi mempersiapkan apa..
Spesific actionnya, mencoba mengerjakan latihan soal-soal math dan logika secepatnya. Ngerjain 60 soal dalam 90 menit. Trrruuusss.. mo mempelajari istilah bahasa Indonesia yang extravaganza dari koran2 di kolom editorial, sekaligus ngupdate terus berita terkini, supaya gk cengok pas ngerjain TPA nanti.
Alhamdulillaah klo english sih gk terlalu masalah ya (jiee.. sombong). Lha namanya english mah dari jaman jebot ampe sekarang kan grammarnya itu2 aja.. Kata suami, masak TOEFL nilainya bisa 551, ngerjain english TPA aja gak bisa. Kalo sampe nggak bisa, berarti nilai TOEFL kamu palsu ituu..
5. Aktivitas additional lainnya, paling nyikotes2in.. which ai ndak akan nrima proyek nyikotes lagi kalo udah maret, gk yakin deh bisa masih lincah wara-wiri.
Bandingin deh dengan kerjaan terakhir, banyakkan duduk di depan komputer, 8 jam sehari. Mending kalo kerja, lha ini.. heee.. tekadnya kalo ntar suatu hari balik lagi 'ngantor', harus posisi yang lebih strategis, gak harus jadi bos sih, maksudnya yang lebih nggaya mikirnya gitu lho. Lebih nganalis, lebih memutuskan, lebih jadi penanggung jawab sesuatu, gitu2 lah.. tapi itu nanti sih, kalo emang segala sikon pas. Kebayangnya, kalopun balik ngantor, paling nggak 2 tahun ke depan, mo membina anak dulu.. (mudah2an) bisa membina anak dengan optimal. 'Amiin..
Thursday, January 15, 2009
"
Negative Framing
"
Tadi malem abis nonton “Save Our Nation”, tokoh yang diwawancarai adalah Mr. HNW dan topik yang digali seputar partainya. Sebagian pertanyaan yang dilontarkan sebenernya udah sering ditanyakan di berbagai media, kesannya stereotipi gitu, herannya kok ya ga bosen2 nanya itu mlulu ya.
Tapi ada satu pertanyaan stereotipi di situ, yang juga dijawab dengan jawaban yang aku udah bisa tebak (karena jawabannya juga sering diulang di berbagai media). Pertanyaannya: bagaimana partai anda mendongkrak suara di 2009 nanti?
Jawabannya: tujuan partai kami bukan untuk mendongkrak suara (semata), tapi juga menyebarkan nilai, bla bla..
Aku tersenyum-senyum kecil, memang masyarakat umum tidak terbiasa dan bahkan tidak percaya dengan kemungkinan terjadinya perkawinan antara politik dengan idealisme bersih. Frame yang terbentuk tentang partai, tidak lebih dari organisasi yang berlomba-lomba berebut suara dan kekuasaan dengan umbaran janji sana-sini. Bahkan ketika si partai sebenarnya lagi ingin menyuarakan dukungannya terhadap palestina, dan menggalang bantuan untuk Palestina, malah dituduh melanggar start kampanye. Ck ck ck.. su’udzooooon aje..
Frame su’udzon ini juga yang membuat pertanyaan ke pak HNW bernuansa negatif, “Bagaimana jika ada kader partai anda yang mencalonkan diri jadi presiden diluar keputusan majelis syuro?”, “Apakah partai anda benar-benar akan menindak tegas kader anda yang terbukti korupsi? Sungguhkah? Betul?”, dll deh..
Jawaban yang dilontarkan HNW malah memporak-porandakan frame tersebut. Kok ada ya partai yang bisa ‘menjamin’ kadernya ga coba2 nyalonin diri diluar keputusan syuro, kok ada ya partai yang bener2 memecat kadernya yang korupsi, kok ada ya partai yang terjun terus di setiap bencana alam bahkan ketika musim pemilu sudah berlalu..
Anyway, tulisan ini bukan bermaksud untuk kampanye partai sih. Maksudku, kita sebagai manusia memang selalu punya frame akan sebuah situasi.
Kemaren, aku abis ngomel2 di sebuah milis. Gara2nya, ada seorang yang copy paste forwardan komentar yang tidak bertanggung jawab dari milis lain tentang bencana alam di papua. Komentarnya lebih kurang begini: “Mana nih umat muslim ketika bencana papua terjadi? Pada sibuk ngurusin lahan orang lain, giliran wilayah sendiri ga diurusin. Jangan-jangan karena mayoritas penduduk papua kristen, ga dianggap saudara kali”.
Menurutku, komentar itu jelas-jelas tidak bertanggung jawab.
Padahal, aku tahu BSMI udah mengirimkan relawan dan bantuan ke sana. BSMI gitu loh, kurang muslim apa cobak?
Dan hey.. dia mengirimkan copy paste macam itu juga belum tentu kongkrit ngirim bantuan ke Papua kan? Hmm yah, belajar dari gerakan memfitnah massal di milis-milis lain, emang umumnya orang yang bisanya ngelempar isu, komentar pedes, ngegosip, pada dasarnya jarang kongkrit dan solutif. Ini lagi, numpang terkenal di milis dengan isu agama, di atas penderitaan orang lain lagi.. bener2 memalukan.
Dari awal dia sudah punya frame ‘pertolongan pada masa sekarang pasti pamrih, harus ada kesamaan historis, agama, harus ada kepentingan politik’. Apparently, penulis komentar itu udah ke-brainwashed kalo udah gada kebaikan tulus di dunia ini.
Kita memang susah sekali menghindar dari gerakan pencucian otak ini, lihat dong berita.. isinya pasti orang nangis, orang menderita, orang berantem, kita jadi percaya dunia ini penuh sampah.
Sekarang, dalam situasi dimana orang-orang Indonesia lagi pada pro Palestine, mereka berharap presiden idola mereka Obama bisa pro Palestine. Hmm.. aku sih dari awal gak terlalu berharap sama Obama, lha wong gada sejarahnya Amrik itu pro Palestine, dan dengan jelas Obama menunjukkan dukungannya sama Israel udah dari masa kampanye. Tapi kan tulisan ini lagi pro framing positif kan? Jadi, coba percaya aja dulu dengan slogan “Change”nya Obama. Siapa tau dia berani memutus tali silaturrahiim ekonomi dengan Israel (duh, kynya ga mungkin deh, udah terlalu banyak jasa Israel untuk Amerika). Atau kalapun dia ga memutus kerja sama dengan Israel, paling nggak dia bisa mengeluarkan respon positif yang mendukung Palestina.. Walaupun kita baru bisa tahu dia merespon positif atau nggak, setelah tanggal 20 nanti, setelah pelatikannya jadi presiden. Dan walaupun hingga tanggal 20, gada yang tahu Gaza masih ada atau tidak. Dan entah berapa korban yang bertambah.
Di sinilah frame positif vs negatif diuji..
Tapi ada satu pertanyaan stereotipi di situ, yang juga dijawab dengan jawaban yang aku udah bisa tebak (karena jawabannya juga sering diulang di berbagai media). Pertanyaannya: bagaimana partai anda mendongkrak suara di 2009 nanti?
Jawabannya: tujuan partai kami bukan untuk mendongkrak suara (semata), tapi juga menyebarkan nilai, bla bla..
Aku tersenyum-senyum kecil, memang masyarakat umum tidak terbiasa dan bahkan tidak percaya dengan kemungkinan terjadinya perkawinan antara politik dengan idealisme bersih. Frame yang terbentuk tentang partai, tidak lebih dari organisasi yang berlomba-lomba berebut suara dan kekuasaan dengan umbaran janji sana-sini. Bahkan ketika si partai sebenarnya lagi ingin menyuarakan dukungannya terhadap palestina, dan menggalang bantuan untuk Palestina, malah dituduh melanggar start kampanye. Ck ck ck.. su’udzooooon aje..
Frame su’udzon ini juga yang membuat pertanyaan ke pak HNW bernuansa negatif, “Bagaimana jika ada kader partai anda yang mencalonkan diri jadi presiden diluar keputusan majelis syuro?”, “Apakah partai anda benar-benar akan menindak tegas kader anda yang terbukti korupsi? Sungguhkah? Betul?”, dll deh..
Jawaban yang dilontarkan HNW malah memporak-porandakan frame tersebut. Kok ada ya partai yang bisa ‘menjamin’ kadernya ga coba2 nyalonin diri diluar keputusan syuro, kok ada ya partai yang bener2 memecat kadernya yang korupsi, kok ada ya partai yang terjun terus di setiap bencana alam bahkan ketika musim pemilu sudah berlalu..
Anyway, tulisan ini bukan bermaksud untuk kampanye partai sih. Maksudku, kita sebagai manusia memang selalu punya frame akan sebuah situasi.
Kemaren, aku abis ngomel2 di sebuah milis. Gara2nya, ada seorang yang copy paste forwardan komentar yang tidak bertanggung jawab dari milis lain tentang bencana alam di papua. Komentarnya lebih kurang begini: “Mana nih umat muslim ketika bencana papua terjadi? Pada sibuk ngurusin lahan orang lain, giliran wilayah sendiri ga diurusin. Jangan-jangan karena mayoritas penduduk papua kristen, ga dianggap saudara kali”.
Menurutku, komentar itu jelas-jelas tidak bertanggung jawab.
Padahal, aku tahu BSMI udah mengirimkan relawan dan bantuan ke sana. BSMI gitu loh, kurang muslim apa cobak?
Dan hey.. dia mengirimkan copy paste macam itu juga belum tentu kongkrit ngirim bantuan ke Papua kan? Hmm yah, belajar dari gerakan memfitnah massal di milis-milis lain, emang umumnya orang yang bisanya ngelempar isu, komentar pedes, ngegosip, pada dasarnya jarang kongkrit dan solutif. Ini lagi, numpang terkenal di milis dengan isu agama, di atas penderitaan orang lain lagi.. bener2 memalukan.
Dari awal dia sudah punya frame ‘pertolongan pada masa sekarang pasti pamrih, harus ada kesamaan historis, agama, harus ada kepentingan politik’. Apparently, penulis komentar itu udah ke-brainwashed kalo udah gada kebaikan tulus di dunia ini.
Kita memang susah sekali menghindar dari gerakan pencucian otak ini, lihat dong berita.. isinya pasti orang nangis, orang menderita, orang berantem, kita jadi percaya dunia ini penuh sampah.
Sekarang, dalam situasi dimana orang-orang Indonesia lagi pada pro Palestine, mereka berharap presiden idola mereka Obama bisa pro Palestine. Hmm.. aku sih dari awal gak terlalu berharap sama Obama, lha wong gada sejarahnya Amrik itu pro Palestine, dan dengan jelas Obama menunjukkan dukungannya sama Israel udah dari masa kampanye. Tapi kan tulisan ini lagi pro framing positif kan? Jadi, coba percaya aja dulu dengan slogan “Change”nya Obama. Siapa tau dia berani memutus tali silaturrahiim ekonomi dengan Israel (duh, kynya ga mungkin deh, udah terlalu banyak jasa Israel untuk Amerika). Atau kalapun dia ga memutus kerja sama dengan Israel, paling nggak dia bisa mengeluarkan respon positif yang mendukung Palestina.. Walaupun kita baru bisa tahu dia merespon positif atau nggak, setelah tanggal 20 nanti, setelah pelatikannya jadi presiden. Dan walaupun hingga tanggal 20, gada yang tahu Gaza masih ada atau tidak. Dan entah berapa korban yang bertambah.
Di sinilah frame positif vs negatif diuji..
"
Nyuntik Cuuyy....
"
Akhirnya nuyi si calon bunda ngerasain juga disuntik2!! Cuus.. cuuss... cuusssss...
Setelah menegar2kan diri, dan meyakini bahwa.. yah, emang ini yang terbaik, akhirnya jalanin aja deh. Mudah2an ikhtiar ini berbuah bayi dan ibu yang sehat+selamat, 'amiin..Jadi skenarionya, tiap malem dan (teorinya) hingga melahirkan, aku akan disuntik heparin. Berhubung tidak setiap hari aku bermalam di rumah bapak, maka si mamas juga di-training bapak cara menyuntik yang baik dan benar. Dan dengan entengnya, si mamas jawab "Ah nyuntik doang mah biasa.. dulu kan sering nyuntik Narkoba"
Si bapak langsung bengong. Eh, keterangan tersebut buru-buru diralat mamas,
" Maksudnya dulu pas SMP suka ngeliat temen sekelas nyuntik Narkoba, jadi udah kebayang kayak gimana caranya".
Bapak langsung yang "Fiyuuhh", hehehee.. secara SMP si mamas teh udah kayak daerah bronx gitu sih. Sereeeemm..
Lanjut, awal cerita berdarah2 ini ketika aku diberitahu kalo ternyata darahku memiliki potensi tinggi untuk membeku. Tahunya dari hasil lab yang menunjukkan kalo nilai fibrinogen dan D-Dimernya tinggi, walaupun nilai ACA, APTT, dan bre-bre yang lain normal. Tapi rupanya dokter ga berani ambil resiko, pokoknya harus disuntik!! Karena kalo nggak, pembekuan darah ini bisa menyumbat pembuluh darah yang mengalirkan oksigen dan asupan nutrisi ke janin. Nah kalo salurannya terhambat kan si janin bisa ga tumbuh& berkembang. Walaupun pada umumnya janin tidak berkembang itu terjadi di usia trisemester pertama, dan padahal aku sekarang udah masuk ke trisemester kedua dan tampaknya si janin oke-oke aja, tapi dokter dan bapak ga mau ambil resiko. Mereka khawatir kalo ga diterapi nanti janinnya kenapa2, or emaknya bisa napa2 nanti.
So, okey.. berhubung pengetahuanku tentang hal2 begini terbatas, aku nurut aja dengan ahlinya. Mulailah si bapak membeli suntikan-suntikan tersebut. Ketika mo disuntik pertama kali, aku kaget ga terkira-kira.. ternyata suntikannya mengandung B.A.B.I!!!!!
Hwaaakksss... aku langsung komplen ama bapak. Tapi kata bapak, obat jenis ini emang mengandung babi, dan bapak bilang kondisiku kan emang HARUS disuntik, jadi bisa dibilang kondisi darurat, jadi yah.. mau ga mau deh.
Tapi kok aku masih belum bisa nrimo dengan penjelasan itu. Sow, akhirnya aku dan mamas berusaha cari2 info lebih lanjut tentang tinjauan syariah penggunaaan obat berbahan haram ini dan alternatif obat yang mengandung bahan aman.
Tinjauan syariahnya bisa dilihat di bacaan ini, ini, dan ini. Kesimpulan sementara dari kita, dalam hal memang kondisi obatnya tidak ada alternatif lain, berarti tidak apa2. DAN, kalo bisa suntikannya jangan lama2, kalo emang hasil evaluasi rutin sudah menunjukkan bahwa kondisiku normal, suntikannya bisa dihentikan.
Lalu belakangan dapat info dari teman-teman kalau ada jenis obat ini yang menggunakan bahan non-babi alias sapi. Yaitu ARIXTRA dan Inviclot. Waaahh.. suenang sekali rek dapet rekomendasi ini. Aku dan bapak segera menelusuri apakah makhluk ARIXTRA dan Inviclot ini?
Setelah ubek2 situs MIMS, lalu minta brosur obat tersebut ke apotik, serta menelusuri riwayat ibu hamil yang menggunakan obat ini, aku merasa kembali ke titik nol. Why? karena kesimpulan kami obat-obat tersebut masih belum aman untuk ibu hamil. Belum aman dalam artian secara eksperimen si obat, belum pernah dicobakan kepada ibu hamil, ataupun kalau pernah dicobakan menunjukkan hasil yang belum aman. Singkat kata, terlalu 'keras' lah untuk ibu hamil, dan so far memang yang paling aman adalah merk LOVENOX yang mengandung babi ini.
Hiks.. dalam kesedihan hati ku berdoa. Betapa aku percaya bahwa ALLAH tidak akan menurunkan ujian di luar kuasa Hambanya. Betapa aku yakin Allah mengetahui bahwa aku tidak ingin asupan haram mengalir dalam darahku--apalagi mempengaruhi janinku, Betapa aku berharap Allah melihat usahaku dan bahwa aku merasa lemah atas ketidakberdayaanku. Dan betapa aku berharap, Allah memberi kesehatan dan keselamatan kepada kami berdua dan kepada keluargaku.
Jadi, untuk memotivasi diri ini, berdasarkan sebuah ayat yang (he.. aku lupa ayatnya apa) yang menerangkan bahwa sesuatu yang tadinya haram jika memang darurat dibutuhkan hukumnya jadi halal, maka aku mempercayai obat ini halal.
O iya, ada beberapa teman yang bertanya sebenarnya kondisiku ini banyak terjadi atau nggak sih dengan perempuan lain. Well, yang bisa aku jelaskan begini, pada dasarnya kemampuan pembekuan darah ibu hamil itu memang meningkat. Mekanisme tubuh ini diciptakan ALLAH untuk mencegah pendarahan yang berlebihan ketika melahirkan. Namun, pada kasusku kemampuan itu sepertinya meningkat secara berlebih. Kecurigaan dasarnya, it runs in my family, menilik sejarah ibu yang pernah eklampsi dan sejarah keluarga bapak yang banyak kena terjang Stroke. Yah, mungkin kombinasi itu jadi sempurna deh..
Buat calon istri atau calon ibu, mungkin dari sekarang ikhtiarnya bisa dimulai dari menjaga asupan makanan (jangan berlebihan mengkonsumsi fast food, banyakin sayuran dan buah2an, dan makan daging secukupnya aja), rajin olahraga, menjauhi stress, alkohol, dan rokok. Kayaknya sih emang untuk menjauhi penyakit apapun tipsnya itu deh.. hehe. But I assure you memang musti begitu lho, bapakku paling tahan tidak terkena stroke di saat keluarganya udah bertumbangan kena stroke, karena bapak paling top disiplinnya dalam konsumsi makanan, olahraga, dan menjauhi rokok.
Yah, semoga sharing ini membantu yaa.. jangan lupa be.. do...'a, yak betul anak2.. he...
Setelah menegar2kan diri, dan meyakini bahwa.. yah, emang ini yang terbaik, akhirnya jalanin aja deh. Mudah2an ikhtiar ini berbuah bayi dan ibu yang sehat+selamat, 'amiin..Jadi skenarionya, tiap malem dan (teorinya) hingga melahirkan, aku akan disuntik heparin. Berhubung tidak setiap hari aku bermalam di rumah bapak, maka si mamas juga di-training bapak cara menyuntik yang baik dan benar. Dan dengan entengnya, si mamas jawab "Ah nyuntik doang mah biasa.. dulu kan sering nyuntik Narkoba"
Si bapak langsung bengong. Eh, keterangan tersebut buru-buru diralat mamas,
" Maksudnya dulu pas SMP suka ngeliat temen sekelas nyuntik Narkoba, jadi udah kebayang kayak gimana caranya".
Bapak langsung yang "Fiyuuhh", hehehee.. secara SMP si mamas teh udah kayak daerah bronx gitu sih. Sereeeemm..
Lanjut, awal cerita berdarah2 ini ketika aku diberitahu kalo ternyata darahku memiliki potensi tinggi untuk membeku. Tahunya dari hasil lab yang menunjukkan kalo nilai fibrinogen dan D-Dimernya tinggi, walaupun nilai ACA, APTT, dan bre-bre yang lain normal. Tapi rupanya dokter ga berani ambil resiko, pokoknya harus disuntik!! Karena kalo nggak, pembekuan darah ini bisa menyumbat pembuluh darah yang mengalirkan oksigen dan asupan nutrisi ke janin. Nah kalo salurannya terhambat kan si janin bisa ga tumbuh& berkembang. Walaupun pada umumnya janin tidak berkembang itu terjadi di usia trisemester pertama, dan padahal aku sekarang udah masuk ke trisemester kedua dan tampaknya si janin oke-oke aja, tapi dokter dan bapak ga mau ambil resiko. Mereka khawatir kalo ga diterapi nanti janinnya kenapa2, or emaknya bisa napa2 nanti.
So, okey.. berhubung pengetahuanku tentang hal2 begini terbatas, aku nurut aja dengan ahlinya. Mulailah si bapak membeli suntikan-suntikan tersebut. Ketika mo disuntik pertama kali, aku kaget ga terkira-kira.. ternyata suntikannya mengandung B.A.B.I!!!!!
Hwaaakksss... aku langsung komplen ama bapak. Tapi kata bapak, obat jenis ini emang mengandung babi, dan bapak bilang kondisiku kan emang HARUS disuntik, jadi bisa dibilang kondisi darurat, jadi yah.. mau ga mau deh.
Tapi kok aku masih belum bisa nrimo dengan penjelasan itu. Sow, akhirnya aku dan mamas berusaha cari2 info lebih lanjut tentang tinjauan syariah penggunaaan obat berbahan haram ini dan alternatif obat yang mengandung bahan aman.
Tinjauan syariahnya bisa dilihat di bacaan ini, ini, dan ini. Kesimpulan sementara dari kita, dalam hal memang kondisi obatnya tidak ada alternatif lain, berarti tidak apa2. DAN, kalo bisa suntikannya jangan lama2, kalo emang hasil evaluasi rutin sudah menunjukkan bahwa kondisiku normal, suntikannya bisa dihentikan.
Lalu belakangan dapat info dari teman-teman kalau ada jenis obat ini yang menggunakan bahan non-babi alias sapi. Yaitu ARIXTRA dan Inviclot. Waaahh.. suenang sekali rek dapet rekomendasi ini. Aku dan bapak segera menelusuri apakah makhluk ARIXTRA dan Inviclot ini?
Setelah ubek2 situs MIMS, lalu minta brosur obat tersebut ke apotik, serta menelusuri riwayat ibu hamil yang menggunakan obat ini, aku merasa kembali ke titik nol. Why? karena kesimpulan kami obat-obat tersebut masih belum aman untuk ibu hamil. Belum aman dalam artian secara eksperimen si obat, belum pernah dicobakan kepada ibu hamil, ataupun kalau pernah dicobakan menunjukkan hasil yang belum aman. Singkat kata, terlalu 'keras' lah untuk ibu hamil, dan so far memang yang paling aman adalah merk LOVENOX yang mengandung babi ini.
Hiks.. dalam kesedihan hati ku berdoa. Betapa aku percaya bahwa ALLAH tidak akan menurunkan ujian di luar kuasa Hambanya. Betapa aku yakin Allah mengetahui bahwa aku tidak ingin asupan haram mengalir dalam darahku--apalagi mempengaruhi janinku, Betapa aku berharap Allah melihat usahaku dan bahwa aku merasa lemah atas ketidakberdayaanku. Dan betapa aku berharap, Allah memberi kesehatan dan keselamatan kepada kami berdua dan kepada keluargaku.
Jadi, untuk memotivasi diri ini, berdasarkan sebuah ayat yang (he.. aku lupa ayatnya apa) yang menerangkan bahwa sesuatu yang tadinya haram jika memang darurat dibutuhkan hukumnya jadi halal, maka aku mempercayai obat ini halal.
O iya, ada beberapa teman yang bertanya sebenarnya kondisiku ini banyak terjadi atau nggak sih dengan perempuan lain. Well, yang bisa aku jelaskan begini, pada dasarnya kemampuan pembekuan darah ibu hamil itu memang meningkat. Mekanisme tubuh ini diciptakan ALLAH untuk mencegah pendarahan yang berlebihan ketika melahirkan. Namun, pada kasusku kemampuan itu sepertinya meningkat secara berlebih. Kecurigaan dasarnya, it runs in my family, menilik sejarah ibu yang pernah eklampsi dan sejarah keluarga bapak yang banyak kena terjang Stroke. Yah, mungkin kombinasi itu jadi sempurna deh..
Buat calon istri atau calon ibu, mungkin dari sekarang ikhtiarnya bisa dimulai dari menjaga asupan makanan (jangan berlebihan mengkonsumsi fast food, banyakin sayuran dan buah2an, dan makan daging secukupnya aja), rajin olahraga, menjauhi stress, alkohol, dan rokok. Kayaknya sih emang untuk menjauhi penyakit apapun tipsnya itu deh.. hehe. But I assure you memang musti begitu lho, bapakku paling tahan tidak terkena stroke di saat keluarganya udah bertumbangan kena stroke, karena bapak paling top disiplinnya dalam konsumsi makanan, olahraga, dan menjauhi rokok.
Yah, semoga sharing ini membantu yaa.. jangan lupa be.. do...'a, yak betul anak2.. he...
| Previous Page | Next Page |


